Sejumlah Proyek Akan Diputus Kontraknya Oleh Pemkab Garut

342

GARUT- Lambannya pengerjaan beberapa proyek pembangunan di Kabupaten Garut, membuat Bupati Garut, Rudy Gunawan berang. Karenanya Rudy mengancam akan memutus kontrak untuk beberapa proyek yang deviasinya lebih dari 15 persen.

“Yang kemajuannya/deviasinya lebih dari 15 persen, yang seharusnya 75 persen (selesai, red) ini baru 60 persen, padahal waktuya tinggal 2 bulan lagi,” ujar Rudy Gunawan saat ditemui di Kantor DPPKA Kabupaten Garut, usai melakukan pertemuan dengan KADIN Garut dan Organisasi Kontruksi, Jum’at (4/11).

Pemutusan kontrak kerja pembangunan proyek tersebut menurut Rudy, totalnya mencapai Rp 30 Milyar, baik proyek yang berskala kecil hingga berskala besar.”Kemungkinan nilai total kontraknya ada Rp 30 milyar secara keseluruhan. Diantaranya ada jembatan di Selatan, jalan di selatan, itu diblacklist. Mereka tidak bisa ikut lelang di sini selama 3 tahun,” tegasnya.

Disebutkan Bupati, dengan adanya pemutusan kontrak kerja proyek yang belum selesai itu, proses pengerjaannya akan dilanjutkan pada bulan Februari Tahun 2017, oleh pemborong yang baru dengan melalui sistem lelang ulang.

Lebih lanjut Rudy mengatakan, Pemerintah Kabupaten Garut, segera membayarkan sejumlah pekerjaan pembangunan yang telah selesai pengerjaannya dalam waktu dekat ini. Adapun total nilainya mencapai Rp24 Milyar yang mesti dibayarkan pada pihak ketiga atau rekanan.” Tagihan yang harus dibayarkan sebesar Rp24 Milyar, Pemkab siap membayarkannya dalam waktu dekat ini,” katanya.

Disebutkannya, untuk pembayaran kegiatan pembangunan tersebut anggarannya diambil dari dana sisa lelang dan dana penghematan. Dari dua pos anggaran itu, jumlahnya mencapai Rp 45 Milyar.
” Ada setara kas anggaran untuk pembayarannya, dari sisa lelang sebesar Rp 27 Milyar dan dana pengehematan sebesar Rp 27 Milyar dan ada dana pembebasan lahan tanah,” imbuhnya.

Ditambahkannya, sebagai syarat pembayarannya, para kontraktor diminta untuk menyertakan berkas berita acara selesai kegiatan dan poto, yang menjadi salah satu persyaratan mutlak. Jika tidak ada, pihaknya tidak akan membayar pekerjaannya. Selain itu sambung Rudy, Pemkab Garut juga akan membayar segala utang yang dibiayai dari Dana Alokasi Umum (DAU).” Seluruh kegiatan yang dibiayai DAU, akan kita bayarkan semuanya di Bulan Desember,” pungkasnya. (Jay)

BAGIKAN