Sekitar 43 Kasus Trafficking Pertahun Butuh Penanganan Khusus

58

Wartawan : j Gunawan

GARUT, ( KF )- Koalisi perempuan Indonesia, provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak RI, menggelar
Lounching komunitas pencegahan dan penanganan trafficking 2017 dan Seminar. Dengan mengusung tema ‘
Peran perempuan dan remaja desa pendesaan dalam pencegahan trafficking melalui pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya desa di kabupaten Garut’, di Gedung Pendopo, Jalan Kiansantang Kab Garut, Kamis (16/11/2017).

Sementara Kepala desa Linggamukti Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut,Rika Sugiarti menanggapi tentang louncing Komunitas Pencegahan dan Penanganan Trafficking 2017 dan seminar bahwa kegiatan ini katanya”sangat menguntungkan, pasalnya bisa menambah ilmu pencegahan serta penanganan terhadap trafficking Kekerasan Dalam Rumah Tangga(KDRT).

Hal itu sering terjadi ,Rika menambahkan ,namun dengan adanya program dari Koalisi perempuan indonesia (KPI) bila ada hal yang terjadi dengan persoalan tersebut maka dapat di tangani dan di selesaikan oleh pihaknya secara kekeluargaan sebelum di bawa ke ranah hukum kata Rika kepada awak media di sela sela acara.

Ditempat yang sama, Sekcab Garut Risnawati Priyatno S.Pd,menjelaskan “Berdasarkan data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, kasus traffiking di tahun 2010 ada 109 kasus, tahun 2011 ada 55 kasus, tahun 2012 ada 36 kasus, tahun 2013 ada 27 kasus, tahun 2014 ada 20 kasus, tahun 2015 ada 29 kasus dan tahun 2016 ada 7 kasus.

“Secara data memang rata-rata ada sekitar 43 kasus traffiking yang terjadi dalam setia tahun. Traffiking merupakan persoalan komplik yang harus mendapat penanganan serius.

Pada tahun 2007 Pemerintah Indonesia telah sahkan kebijakan untuk pemberantasan traffiking atau perdagangan orang melalui UU Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan orang,” jelasnya

Maka,lanjut Risanwati menambahkan,louncing Dengan tujuan membangun kapasitas dan pemahaman masyarakat pedesaan agar memiliki pengetahuan sehingga mampu, berperan serta aktif dalam meng-upayakan pencegahan traffiking.

“Selain itu Program ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan melalui pengelolaan potensi sumber daya alam di wilayah sekitar.

Risnaeati berharap”Dari program ini ada peningkatan kepada ekonomi masyarakat pedesaan khususnya perempuan dan remaja sehingga masyarakat tidak perlu bekerja keluar kota atau negeri untuk mencegah terjadinya traffiking,” pungkas Risna

Editor : Indra R

BAGIKAN