Selain Bikin Resah Warga Cikunten Indah, Galian Bekas Drainase Makan 3 Korban

742
Seorang warga memperlihatkan tumpukan pasir untuk pekerjaan projek yang dikeluhkan. (Foto oleh : Tono Efendi)

KOTA TASIKMALAYA, (KF).- Sebuah proyek pembangunan drainase di Lingkungan Jl.Winaya Utama Perum PDK Cikunten Indah meresahkan warga setempat. Bahkan dalam sehari dengan hitungan jam sudah memakan tiga korban.

Kejadian ini terjadi pada Jumat (9/11/2018) sore menjelang Magrib.

“Dalam hitungan beberapa jam tiga orang pengguna motor tergelincir dan jatuh ke jalan, dan warga yang melihat kejadian tersebut langsung menolong korban yang mengalami luka luka,” ungkap H.Asep Heri Kusmayadi- Wakil Ketua RW 10 Perum PDK Cikunten Indah kepada koran-fakta.com, Sabtu (10/11/2018) pagi tadi.

Keluhan warga itu sebetulnya telah disampaikan kepada pegawai proyek tersebut, namun pelaksana proyek alias pemborongnya hingga kini terkesan cuek dan tidak ada respon sama sekali. Apalagi menurut warga, sang pemborong saat dimulainya proyek sama sekali belum “kulonuwun” kepada warga karena alasan jauh orang Cipatujah.

proyek pekerjaan bangunan pelengkap Jalan Cikunten Indah, oleh CV Nadia Pratama dengan nilai kontrak Rp.199.500.000,- yang bersumber dari dana APBD I Propinsi Jawa Barat itu, dari pantauan Koran-Fakta.com dilokasi memang tampak gundukan sisa galian berserakan dan tumpukan pasir dibiarkan menumpuk di bahu jalan. Tidak ada tanda tanda  peringatan kepada para pengguna jalan yang biasanya dipasang bahwa ada pekerjaan proyek drainase.

Dia juga menjelaskan bahwa sebenarnya warga hanya ingin proyek ini segera diselesaikan agar aktifitas warga tidak lagi terhalangi oleh pengerjaan proyek ini. 

“Lingkungan kami bisa segera bersih dan normal, sehingga aktifitas perekonomian warga lancar,” sambungnya.

Tidak hanya sampai disitu, warga pun mengancam kepada pelaksana proyek, jika gundukan sisa galian termasuk Mahan material seperti pasir, jika tidak di indahkan keluhannya, gundukan yang menumpuk dibahu jalan akan dimasukan kedalam galian drainase.

“Pokoknya sampai Sabtu sore ini, gundukan material dan sisa galian jika masih menumpuk kami dan warga angkat membersihkan dan membuang tumpukan pasir dan sisa galian kedalam lobang galian drainase,” tegas H.Asep yang juga seorang Advokat pengacara ternama di Kota Tasikmalaya itu dengan nada serius

Laporan : Tono Efendi

Editor. : Van’s/Indra R