Selain Menggelar Bhakti Sosial HIMA Persis Juga Mengajak Masyarakat Untuk Mewujudkan Pemilu Damai.

188
Ket foto : Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) saat foto bersama.

GARUT, (KF).- Masa tenang Pesta demokrasi/pemilu 2019 yang tinggal menghitung hari, Mahasiswa Persatuan Islam (Persis). Kabupaten Garut menggelar Bhakti sosial dengan memberikan santunan berupa sembako.

Kegiatan Bhakti sosial yang digelar di komplek STAI Persis Garut. Bertujuan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan pemilu 2019 Aman dan Damai.

Sebagai kalangan menengah (middle class) mahasiswa harus mengambil dua peran sekaligus, yakni dalam wilayah kebangsaan dan wilayah kemasyarakatan.

“Di wilayah kebangsaan mahasiswa harus ikut mensukseskan rencana-rencana baik negara dengan menyeberluaskan pada masyarakat, serta di wilayah kemasyarakatan mahasiswa mesti mengabdi untuk masyarakat serta menjadi penyambung lidah masyarakat. Dengan dua aksi penting ini, kemajuan Indonesia akan berangsur cepat” hal itu dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis) Iqbal M Dzial AM, kepada wartawan. Minggu (14 April 2019).

Ditempat yang sama Ketua Pelaksana, Randi Basyuni Maulana, mengungkapkan, tidak hanya menciptakan Pemilu damai, mahasiswa pun harus ikut serta dalam memastikan jalannya Pemilu yang sehat, jujur dan adil. Terlebih pesta demokrasi Indonesia tinggal menghitung hari ini.

Kegiatan yang bertemakan “Hidup Rukun Berbangsa dan Bernegara untuk Menyikapi Perbedaan Dalam mengawal pemilu damai 2019 itu diharapkan memberi kontribusi dalam menciptakan kualitas pemilu yang lebih baik”.

“Kegiatan ini selain dilaksanakan dalam rangka ikut berkontribusi bagi Pemilu Damai juga berupaya memberikan kebermanfaatan kepada warga sekitar” katanya.

Pihaknya berharap sekaligus mengingatkan jika peran serta pengabdian mahasiswa sangatlah penting dalam segala aspek, ruang dan waktu.

“Peran mahasiswa dalam mewujudkan Pemilu damai bisa dengan melakukan literasi politik terhadap masyarakat umum, terutama yang awam, menghindari money politic, wujudkan rasa saling menghargai, tidak saling menghujat dengan pihak berbeda pandangan dan hal lainnya sangkan tercipta persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa. Tidak hanya itu, mahasiswa jangan terjebak politik pragmatis,” katanya. (***)

Editor : Indra Ramdani

BAGIKAN