Sendi Budaya Masih Melekat Dimasyarakat, Gotong Royong Bangun Rumah Warga

64
Ket foto: Warga saat melaksanakan gotong royong pembangunan rumah tidak layak huni

GARUT, (KF).- Kondisi Rumah milik salah seorang ibu rumah tangga yang berstatus Janda, yang ditinggal mati suaminya kian menghawatirkan.

Diketahui rumah yang sangat memprihatikan dan sangat menghawatirkan yang jelas-jelas masuk kategori rumah yang tidak layak huni tersebut milik, Heni (53) Warga Desa Cipancar, RT 02/01 Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawabarat.

Berangkat dari keprihatinan dan kekhawatiran tersebut, wargapun berinisiatif membangun rumah milik Heni dengan cara gotong royong.

Pembangunan rumah tidak layak huni milik warga tersebut tentunya tak lepas dari peran tokoh masyarakat, Ketua RW 01, Nunang bersama warga antusias bahu-membahu
Bergotong royong untuk sesegera mungkin membangun rumah yang tidak layak huni tersebut. Tidak hanya laki laki kaum ibu dan anak-anak pun ikut membantu membangun kembali rumah milik warganya tersebut.

Dengan biaya swadaya masyarakat, hingga akhirnya rumah janda itu terwujud. meskipun belum selesai seratus persen karena ketersediaan bahan-bahan bangunannya menjadi kendala.

Menurut Nunang, saat di temui Rabu (27/9/2017) Siang mengatakan, program bedah rumah ini dilakukakan sebagai bentuk ke­prihatinan warga RW 01 Mengingat progran Ru­mah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Garut masih sangat jauh.

“Kalau dibiarkan dan menung­gu dibiayai pemerintah, rumah itu keburu ambruk, apalagi sekarang menghadapi musim hujan, dikahawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Desa Cipancar, Yeyen Suherman mengapresiasi inisiatif warga Rw 01 yang telah peduli terhadap masy­arakat yang sedang membutuhkan pertolongan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada warga yang telah melaks­anakan bedah rumah dengan cara bergotong royong untuk warga yang tidak mampu diwilayah kerja kami”. Ucapnya

Lanjut dikatakan hal Itu merupakan bentuk gotong-royong warga yang masih memegang sendi-sendi budaya masyarakat

“Di Desa Cipancar rumah tidak layak pakai sebanyak 30 rumah”. Ungkapnya (Indra R)***

BAGIKAN