Senin, Ribuan Guru Akan Kepung Pemda Garut

410

GARUT, (KF).- Reaksi atas pernyataan Plt. Kadisdik, Djajat Darjat yang menyebut bahwa guru honorer adalah guru ilegal, saat audensi di Gedung DPRD Kabupaten Garut pada Rabu (12/9) lalu.

Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Tingkat Kabupaten Garut menggelar Rapat Kordinasi antara Pengurus Cabang PGRI dan Pengurus Forum Aliansi Guru dan Karyawan (FAGAR) se Kabupaten Garut, bertempat di Gedung Wisma PGRI Jalan Pasundan Garut, Jumat (14 /9/2018) siang,

Saat ditemui Ketua PGRI Kabupaten Garut Mahdar Suhendar menyampaikan hasil kesepakatan dari rapat koordinasi antara PGRI dan Fagar menghasilkan beberapa poin yang disepakati diantaranya

” Ribuan guru honorer dan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tergabung dalam PGRI dan FAGAR di Kabupaten Garut, akan melakukan aksi besar-besaran dikantor Bupati Garut dan mogok mengajar Senin (17/9) lusa, dengan tema “Jihad Guru”, ucapnya pada sejumlah awak media.

Lanjut Mahdar , Ada beberapa point tuntutan yang akan disampaikan pada aksi Unras nanti, seperti tuntutan “copotnya Plt Disdik Garut yang saat ini di jabat oleh Djajat Darajat karena pernyataannya yang tidak pantas mengatakan bahwa guru honorer adalah guru ilegal, dan segera mengangkat Depinitif Kepala Disdik Garut, serta mendesak Bupati untuk mengeluarkan SK penugasan yang saat ini diperlukan untuk legalitas Kepala Sekolah dalam membayar Honor kepada Guru Honorer, ” paparnya.

Hal Senada di ucapkan Ketua Fagar Cecep mengatakan selain ketiga tuntutan tersebut ia juga menyampaikan , untuk Senin (17/9) Nusa kita sudah dipersiapkan termasuk titik-titik kumpulnya untuk aksi

“Ada tiga titik kumpul, dari arah selatan dikonsentarsikan di Jalan Pembangunan depan Mesjid Muhammadiyah, dari arah utara di depan Studio Antares. Dan dari arah Samarang dan sekitarnya di dekat STKIP. Para guru harus berpakaian sopan,” katanya.  (J Gunawan)