Sesosok Mayat Ditemukan Dipinggiran Sungai Cimanuk 

253

Ket Foto: Sesosok Mayat saat ditemukan dipinggiran sungai Cimanuk Kp.Cijambe


GARUT, (KF).-  Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki diketemukan dipingiran sungai Cimanuk, diwilayah Kp.Cijambe, Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Diketahui korban atas nama Eno Darsono(48) Warga Kp.Pangampaan, RT03/04 Desa Haruman, Kecamatan Leles.

Menurut saksi mata yang pertama kali menemukan Korban, yakni Ateng(52) Warga Kp.Ciherang Ciparay, Kelurahan Lebak jaya, Kecamatan Karangpawitan Garut. Mengatakan sesosok mayat ditemukan saat dirinya tengah asik memancing di sungai Cimanuk tersebut, tanpa disadari menengok ke salah satu sudut pinggiran sungai terlihat ada salah seorang yang tengah berbaring dipinggiran sungai tersebut. “Secara spontan saya langsung memberitahukan warga sekitar, bahwa ada salah seorang yang tengah berbaring yang diduga kondisinya sudah dalam keadaan meninggal dunia,” Katanya.

 
Sementara dari keterangan salah seorang teman korban, Baban(37). Warga Kp. Nangkaleah, RT04/01 Desa Cangkuang, Kecamatan Leles menjelaskan,  “korban pada hari Sabtu 03 juni 2017 korban bersama saya lalu berangkat dari rumah korban Jam 09.00 WIB, dengan menggunakan sepeda motor yang tujuannya mau mencari rumput untuk makanan kambing. Sekitar  jam 10.00 WIB. sampailah ke lokasi yang kemudian korban nyabit rumput bersama temannya di tempat yg berbeda berjarak sekitar 200 meter.

Ketika sedang istirahat Baban teman korban di beritahu oleh Ateng yang merupakan orang yang pertama kali menemukan temannya tengah tergeletak, 

” bahwa ada orng tergeletak di pinggir sungai dan ketika di datangi ternyata yg tergeletak tersebut adalah temannya yg sama-sama mencari rumput.” Jelasnya.

Sementara Menurut keterangan warga stempat, kp Cijambe Desa Sindanglaya, kecamatan Karangpawitan kabupaten Garut, Korban langsung di bawa ke Rumah sakit RSUD Dr Slamet Garut untuk diautopsi. Dari hasil sementara di TKP, pada tubuh korban tidak ditemukan luka-luka ataupun tanda tanda kekerasan.

Hingga berita ini diturunkan belum ada ketengan resmi dari pihak kepolisian ataupun dari pihak kecamatan Karangpawitan.(Ags/dra R)

BAGIKAN