Siswa – Siswi Ini Menangis Histeris Saat Sejumlah Mahasiswa Uniga Berkunjung Untuk Terakhir Kalinya.

119
Ket foto: Nampak Sejumlah Siswa madrasah menangis terharu. (Foto istimewa)

GARUT, (KF).- Bocah-bocah Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Arrochman, Cintaasih, Samarang menangis histeris saat mahasiswa Universitas Garut berkunjung untuk terakhir kalinya. Mereka enggan ditinggal pulang.

Hal tak biasa itu terjadi Senin (11/02/2019), 13 orang mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN 61, menyambangi MI Arrochman yang terletak di Kampung Nangkelan.

Salah seorang mahasiswa, Hakim Ghani, dipercayai untuk menjadi pembina upacara bendera. Selepas upacara digelar, mahasiswa kemudian membagikan hadiah gebyar anak shaleh 2019 yang diselenggarakan pada Sabtu (09/02) di tempat yang sama.

Suasana menjadi haru kala mahasiswa berpamitan kepada para pelajar dan guru. Beragam reaksi tergambar dari wajah para bocah. Ada yang menangis histeris, hingga memeluk mahasiswa agar tak pergi.

“Banyak kenangan. Meskipun kami di sini hanya sebulan saja, mereka sejak awal sangat antusias menerima materi dan pelajaran dari kami. Jadi wajar ketika mereka kini menangis,” ungkap Hakim.

Mahasiswa berpesan kepada bocah-bocah tersebut untuk mengaplikasikan apa yang telah dipelajari. Salah satunya program Tilang Bapa (Tiga Langkah Bebas Gempa).

“Mimpi kami, para pelajar ini bisa sukses. Bahkan kalau Tuhan mengizinkan suatu hari ada di antara pelajar ini yang menjadi bos kami,” katanya.

Mahasiswa Uniga sendiri segera menyelesaikan tugasnya dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2019 pada Kamis (14/02) mendatang. (***)

Editor : Yusuf Akbar

BAGIKAN