SMPN 2 Cikajang Aplikasikan Program Sekolah Sehat, Melalui Program Green School.

189
Ket Foto: Tampak depan bangunan SMPN 2 Cikajang

Wartawan: Indra R

GARUT, (KF).- Sebagai Wujud Sekolah Berbudaya dan Bersih, SMPN 2 Cikajang, Kabupaten Garut, bekerjasama dengan Yayasan Parahita, membentuk Kader Green School.

Hampir 40 Orang Siswa-siswi disekolah tersebut menjadi Kader dalam program tersebut yang mana mereka diantaranya terdiri dari Siswa OSIS dan Pramuka.

Kepala Sekolah SMPN 2 Cikajang, Wawan S.Pd.M.pd mengatakan, tujuannya dibentuk kader Green School, tersebut pertama untuk menanamkan kesadaran kepada anak-anak didik kita yang ada disekolah khususnya siswa didik di SMPN 2 Cikajang ini.

Ket Foto: inovasi sekolah SMPN 2 Cikajang

” Jadi saya inginkan mereka itu betul-betul bisa memahami arti dari sebuah sekolah yang betul- betul hijau sehat dan bersih terutama bebas dari sampah. dan bisa memanfaatkan sampah itu sendiri menjadikan sebuah karya atau prodak inovatif yang memang betul-betul memiliki nilai kreatif,” katanya.

Seperti kemarin dalam sambutan Pa wakil Bupati, dr.Helmi Budiman juga sempat membahas dalam kegiatan Penguatan dan Pengembangan Program Sekolah Sehat, yang dilaksanakan di hotel Agustus.

Ket Foto: Inovasi Bank sampah yang nantinya akan di daur ulang untuk di pilah sehingga dapat menjadikan satu inovasi

” Ya mudah-mudahan saja sekolah ini menjadi salah satu sekolah pecontohan, untuk menjadi hijau dan tentunya juga semua sadar akan keberadaan sekolah Green School ini, serta juga diharapkan bagi semua siswa disekolah ini juga dpt menjadi motivasi dan manfaat yang akan diraih dikemudian hari, untuk para siswa tersebut setelah selesai dari sekolah ini,” paparnya.

Sementara, ditempat yang sama, Paragita menyampaikan harapannya kepda para siswa/wi yang ada di sekolah tersebut, karena mereka masih muda, dan masih panjang gerakannya, makanya harus di bekali sejak sekarang perubahannya.

Ket Foto: para Siswa/si SMPN 2 saat diberikan pengarahan menjadi Kader Green School.

“Ini bukan hanya slogan, SMPN 2 Green school, tapi harus lebih pada pergerakan nya yang harus dilihat,” ucapnya

Untuk pelajaran sendiri, mulai dasar seperti buang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan mengolah sampah.

“Jadi ini benar-benar dari dasar, dari mulai membuang sampah, memilah hingga sampai mengolahnya, dan tentunya sampah yang sudah dipilah lalu diolah itu nantinya bisa dijadikan kerajinan yang bisa dikelola. Nah untuk pengolahannya jadinya bisa disamakan dengan apa yang ada dimasyarakat karena memang ini skupnya lebih kecil jadi tentunya kitapun lebih bisa mengarahkan,” ucapnya

Ket Foto: istimewa

Lanjut dikatakan, pembelajaran seperti ini tentunya bisa lebih utama, dari pendidikan ini mereka dapat perubahan acicut yang harus dibawa ke rumah. Sehingga mau tidak mau mereka itu akan bergerak juga dirumahnya, ” kalau kita instan untuk penanganan sampah juga disekolah,” pungkasnya.

Ket Foto: istimewa (oleh : Indra R)

Editor: Van’s

BAGIKAN