Sosialisasi Hasil Kajian Ketenagakerjaan Kaum Muda danAnalisis Gap

148

GARUT,(KF).-Yayasan Sayangi Tunas Cilik – mitra Save the Children – melalui program
CREATIVE, bekerja sama dengan Yayasan Bahtera menyelenggarakan acara bertajuk “Sosialisasi Hasil
Kajian Ketenagakerjaan Kaum Muda dan Analisis Gap Kebijakan Ketenagakerjaan” di Aula Kantor
Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Rabu(25/1/2017) Siang.

Acara yang didukung oleh Uni Eropa ini bertujuan untuk
menyampaikan hasil kajian dan rekomendasi terkait ketenagakerjaan kaum muda dalam masa transisi
ke dunia kerja dan usaha. Sosialisasi ini dihadiri oleh pemerintah Kabupaten Garut dan pihak swasta
yang meliputi BAPPEDA, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan
Olahraga, Dinas Koperasi dan UMK, Dinas Perindustrian, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO),
Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan forum
pemuda serta masyarakat.
“Dari hasil kajian, kami menemukan bahwa terdapat kesenjangan antara Kebijakan Ketenagakerjaan
kaum muda dengan implementasinya di lapangan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pegangan
bagi pemerintah untuk melakukan peninjauan ulang terhadap Kebijakan Ketenagakerjaan, terutama
UU No. 13 Tahun 2003,” ungkap Brian Sriprahastuti, Central Area Senior Manager Yayasan Sayangi
Tunas Cilik.

Angka pengangguran kaum muda yang mencapai 77% dari total pengangguran angkatan kerja di
Kabupaten Garut (Sumber: BPS 2015), menunjukkan pentingnya kerjasama semua pihak untuk
berinvestasi lebih besar kepada pengembangan tenaga kerja muda.

Sementara Adi Prasetyo, salah seorang Project Officer Bahtera mengatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia yang ada, diperlukan peran aktif dari berbagai pihak. “Tidak hanya pemerintah, namun para
pengusaha dan perusahaan juga perlu menawarkan solusi terhadap kesenjangan yang terjadi.
Misalnya, dengan membuka program magang dan bersedia untuk mempekerjakan tenaga kerja muda
putus sekolah dan penyandang disabilitas yang mempunyai kompetensi,” Ujar Adi

Ditambahkannya Dalam membantu perencanaan pembangunan tenaga kerja yang strategis, Program kreatif
melakukan kajian analisis kebutuhan dalam kebijakan dan ketenagakerjaan orang muda. Program
CREATIVE diharapkan dapat mendukung pemerintah memperkuat perencanaan ketenagakerjaan
yang berkesinambungan, membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan
kebutuhan pasar, serta berkontribusi kepada pengurangan angka pengangguran, Pungkasnya.(dra R)***

BAGIKAN