Sosialisasi Penggunaan Masker Belum Diindahkan, Masih Banyak Warga Berkeliaran Tidak Memakai Masker

624
Ket Foto : Net

Koran-Fakta.Com (KF).- Pasca meluasnya wabah virus corona, harga Masker terbilang mahal, bahkan selain  tingginya harga, tidak sedikit pula masyarakat yang mengaku sulit mendapatkan masker.

Akibatnya masih banyak warga yang memilih untuk tidak memakai masker ketika berada di keramaian. Seperti halnya yang disampaikan Dadang (45) Warga kelurahan ciwalen, mengaku sulit memperoleh masker.

“ Bukan tidak mau memakai masker, tapi saya sengaja beli di salah satu apotek tidak ada, begitu ada harganya lumayan mahal. Sementara digunakan paling satu atau dua hari,” kata Dadang saat ditemui di salah satu lokasi keramaian di jln. Guntur, Selasa (7/4) Pagi

Meski masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat melakukan aktivitas diluar rumah untuk mengantisipasi penularan virus corona. Akan tetapi hal itu seperti belum diindahkan beberapa kelompok masyarakat yang terbilang sulit untuk memperoleh masker tersebut.

Akan tetapi saat ini. Pemkab Garut kini telah menyediakan 1 juta masker,  yang dianggarkan dari APBD sebesar 5 milyar rupiah. Diharapkan dengan penyediaan masker ini dapat mendukung pemerintah pusat dalam upaya mencegah penyebaran virus corona di Kabupaten Garut.

Bupati Garut, H.Rudy Gunawan, Selasa (7/4/2020) menyampaikan, untuk penyediaan masker melibatkan Dinas UMKM dan Dinkes Garut kini sedang mencari UMKM yang mau bekerja sama memenuhi kebutuhan 1 juta masker di wilayahnya, mengingat surat Kemenkes RI mewajibkan semua warga megenakan masker saat beraktivitas.

“Kami mengangarkan Iima miliar rupiah untuk 1 juta masker untuk setengah penduduk Garut, yang lainnya kita gotong royong, karena banyak juga yang punya kemampuan,” ujarnya.

Pengadaan masker, imbuhnya, dilakukan setransparan mungkin, dan mempersilakan UMKM berhubungan dengan Dinkes.

“Kami juga mengetuk pintu hati para aghniya untuk menyumbangkan setengahnya lagi untuk masker ini,” pungkasnya. (***)

Editor : Indra R

BAGIKAN