Sudah Langka, Beras dan Gas Melon di Pakenjeng Selatan Terbilang Mahal.

107

Jurnalis : Apih

GARUT, (KF).- Ironis memang, Ketika kemarin Bupati dan jajaran Forkopimda lainnya menggelar panen raya, sekaligus Gerakan Panen dan Serap Gabah Petani wilayah Jabar di areal pesawahan Desa Karangsari, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Selasa, 23 Januari 2018, namun di beberapa daerah di garut bagian selatan mengalami kelangkaan beras hingga harga beras mencapai kisaran Rp.14.500 sampai Rp.15.000/ kilogramnya.

Tentunya ini sangat meresahkan warga masyarakat yang sebelumya tidak pernah mengalami hal semacam ini, kelangkaan beras akan semakin membuat masyarakat kebingungan, belum lagi gas elpiji 3 kg yang menembus harga Rp.27.000 sampai Rp 28.000 pertabungnya. Itupun dengan stok yang tidak memadai.

Salah seorang pemilik warung yang menjual beras, salah satunya Suryati (42) penduduk kampung Pasir wangi Rt 04/02 Desa Depok, Kecamatan Pakenjeng, kabupaten Garut, saat dijumpai awak media mengaku heran dengan kenaikan dan kelangkaan tersebut.

“Saya heran kenapa beras disini bisa menghilang, dan kalaupun ada harganya mahal sehingga dikhawatirkan kelangkaan beras ini akan memicu kerawanan ekonomi yang lainnya, jadi saya berharap pada Pemerintah untuk segera turun yangan menyelesaikan masalah ini”. Ujar Suryati. Kamis(25/1/2018).

Ket foto: Reni salah seorang warga dikecamatan Pakenjeng.

Hal yang sama pun juga, disampaikan warga lainnya Reni (30) penduduk kampung Cangkudu, RT 01/05 Desa Depok, Kecamatan Pakenjeng yang merupakan salah seorang Petani di wilayah tersebut mengatakan bahwa pada musim panen kali ini dirinya dan petani lainnya mengalami penurunan hasil panenannya.

“Biasanya untuk satu kali panen saya bisa mendapatkan gabah sampai 2 ton Gabah Basah, akan tetapi untuk panen sekarang hanya mampu menghasilkan 1 ton gabah, mungkin karena masih musim penghujan serta curah hujan masih tinggi yang menyebabkan penurunan hasil panen tersebut.” Kata Reni dengan nada sedih.

Mahalnya harga beras dan elpiji 3 Kg yang merupakan kebutuhan utama rumah tangga tersebut dan sudah barang tentu hal itu juga harus segera mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Garut supaya tidak menjadi permasalahan yang berlarut-larut.

Editor : Indra R

BAGIKAN