Tahun ini Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Akan Melakukan Pemeriksaan di Garut.

81
Ket foto: Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat, Arman Syifa, SST, MAcc, Ak. Saat ditemui sejumlah awak media.

GARUT, (KF).- Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) masih menemukan banyak potensi korupsi dari penggunaan angaran belanja daerah di Pemerintah Kabupaten Garut.

“Potensi paling banyak itu pada sector pelaksanaan pembangunan fisik dan jalan,” ujar Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat, Arman Syifa kepada wartawan usai menjadi narasumber pada seminar pencegahan tindak pidana korupsi yang diadakan oleh Universitas Garut (Uniga) bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IV A Komisariat VII di Gedung Pendopo Garut,  Selasa (3/4/2018) Siang.

Menurutnya, temuan adanya indikasi penyimpangan uang negara ini pada beberapa kegiatan di Pemkab Garut ini sudah berulang kali dan hampir tiap tahun ada. “Temuannya berulang, tetapi secara statistic memang menurun,” ujarnya

Terkait jumlahnya, Arman mengaku tidak begitu hapal berapa. Yang jelas temuan potensi korupsi di Garut ini memang ada.

“Nilain kerugiannya kami sudah catat, tetapi saya tidak tahu jumlahnya berapa. Silahkan saja diakses di temuan kami,” jelasnya.

Arman mengatakan, dengan adanya temuan tersebut, pihaknya berharap Pemda Garut untuk segera menindaklanjuti laporan yang sudah dibuatnya ini. Karena kalau tidak cepat diselesaikan ini akan menjadi masalah pidana.

“Kalau ada kerugian segera dipulihkan, jangan sampai ini jadi masalah pidana,” katanya.

Temuan ini, kata dia, saat pemeriksaan tahun 2017, sementara tahun ini pihaknya baru mau melaksanakannya. “Kami akan lakukan pemeriksaan di Garut ini selama dua bulan,” kata ia.

Arman menegaskan, meski saat ini Garut sudah mendapatkan wajar tanpa pengecualian (WTP), tetapi  tidak menjamin bahwa potensi korupsinya akan hilang. Maka dari itu pihaknya terus melakukan pencegahan.

“Kegiatan seminar ini salah satu metode pencegahan yang dilakukan kami ini,” jelas ia.

Sementara itu, Rektor Universitas Garut (Uniga) Dr Ir Abdusy Syakur Amin MEng, mengatakan, dengan adanya seminar pencegahan tindak pidana korupsi ini akan menjadi sebuah pelajaran bagi yang akan menduduki suatu jabatan. Dirinya berharap ilmu dari seminar ini bisa di terapkan di semua leading sector, baik pemerintah maupun swasta dalam menerapkan sistem.

“Kami mengajak semua pihak supaya ikut dalam mencegah korupsi sebelum adanya kejadian,” pungkasnya.

Oleh : Indra R/Yn

Editor : Van’s

BAGIKAN