Terancam Molor, 4 Pemborong Kota Tasik Terancam Di Blacklist !!

100

Jurnalis : Tono Efendi

Kota Tasikmalaya, (KF) – Paket pekerjaan Drainase atau gorong gorong di wilayah Kota Tasikmalaya, terancam molor. Beberapa titik pekerjaan yang terancam mangkrak itu diantaranya di Jl.BKR, Jl.Yudanegara, Jl.Ahmad Yani dan Jl.Dr.Soekardjo.

“Pekerjaan tersebut seharusnya Kontrak Kerjanya selesai pada tanggal 22 dan 24 Desember, sehubungan tanggal 25 hari Natal libur, jadi pekerjaan tadi diberi waktu hingga tanggal 29 Desember 2017”, terang Kasie Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Tasikmalaya Indra Risdianto,ST, kepada koran-fakta.com diruang kerjanya, Rabu (27/12/2017) sore.

Lebih lanjut Indra menjelaskan, dari 4 titik tadi, sebetulnya kegiatan yang ada di Jl.Dr Soekardjo tinggal finishing saja, kalau yang tiga titik tadi kemungkinan tidak akan selesai tepat waktu, dan ini konsekwensi yang harus diterima oleh rekanan/pemborong tentunya ada sanksi yang akan diterima, seperti denda dan backlist tidak bisa mengikuti proses lelang selama 2 tahun kedepan, ujarnya.

Jika melihat aturan, masih kata Indra, pekerjaan yang tidak selesai sesuai kontrak kerja sebetulnya telah diatur oleh Perpres No 50 Tahun 2010 dan Aturan Permen Keuangan RI No.253/pmk.05/2015 tentang perubahan pelaksanaan anggaran dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang tidak terselesaikan sampai dengan akhir tahun anggaran.

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa pekerjaan yang tidak selesai sesuai kontrak, bisa di kerjakan kembali tahun depan dengan masa kontrak 50 hari, namun untuk pembayaran nya pihak rekanan tidak bisa menuntut harus segera dibayarkan, melainkan bisa saja dibayar pada Desember 2018, katanya.

“Jadi pekerjaan yang akan dibayar pada akhir Desember 2017, tentunya dibayar sesuai pekerjaan yang diselesaikan, sementara sisa pekerjaan yang belum selesai, apabila tidak dikerjakan rekanan tersebut tentunya kena finalty dan di backlist”, ujarnya.

Namun demikian, pembayaran tersebut kewenangannya ada di pejabat penguasa anggaran, imbuhnya.

Terkait keterlambatan proyek gorong gorong, Indra menambahkan, hal ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya ada beberapa lokasi gorong gorong yang menggunakan alat manual, dan ini memakan waktu, sebab jika dikerjakan Dengan alat bekho khawatir ada kabel utilasi seperti PLN, Telkom atau PDAM yang kena.

Dan faktor pekerja dilapangan pun kadang jadi kendala keterlambatan, seperti para pekerjanya berpindah pindah ke tempat lain atau tarik ukur pekerja dilapangan. Faktor lain bisa saja rekanan kehabisan modal untuk mengerjakan pekerjaan sehingga proyek proyek tadi jadi molor, pungkasnya Indra yang mengaku sempat ikut stres melihat kondisi yang dihadapi sekarang ini.

Editor: Iwan

BAGIKAN