Terkait Kritikan Pembangunan GOR Ciateul, Ini Kata Kadispora Garut

85
Ket foto: Kadispora Kabupaten Garut, Drs.Kuswendi (foto oleh : Indra R)

Wartawan : Indra R

GARUT, (KF).- Menanggapi kritikan Ketua PSSI Askab Garut, Deden Rohim, yang mengatakan bentuk bangunan GOR ke dua kurang memenuhi nilai arsitektur bangunan gedung olahraga, seperti halnya GOR beladiri yang sudah lebih dahulu selesai pengerjaannya, dan dinilai mirip gudang beras.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Garut, Kuswendi saat ditemui dikantornya, pada Selasa(7/11/2017). Menjelaskan, pengerjaan GOR ke dua yang letaknya bersebelahan dengan GOR beladiri Ciateul-Ciawitali itu, sudah diambil alih oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). “Pengerjaan GOR itu sejak awal tahun 2017, sudah diambi alih ke PUPR agar pengerjaannya lebih baik lagi. Sebab kan di sana tenaga tehniknya lebih banyak sedangkan di Dispora tenaga tehniknya sedikit,” katanya

Sedangkan mengenai bentuk atap bangunan yang tidak dibuat melengkung seperti dom. Hal itu memang sudah masuk dalam perencanaan awal hasil konsultan yang berbasis anggaran. “Pokoknya kalau ingin tahu masalah proses pembangunan GOR ke dua itu mangga silahkan tanya langsung ke PUPR. Karena sejak awal tahun 2017 semuanya sudah diambil alih. Kalau mengenai bentuk itu tentunya sudah dikonsulkan pada perencanaan awal.” ujarnya.

Kuswendi juga mengucapkan terima kasih adanya masukan dari insan olah raga terkait pembangunan sarana olah raga di Kabupaten Garut ini

Editor : Van

BAGIKAN