Terkait Limbah. Warga Dipinggir Kali Datangi Kantor Kecamatan Garut Kota.

77
Warga usai melakukan rapat terkait limbah, di Aula kantor kecamatan Garut kota. (Foto oleh : Indra R)

GARUT, (KF).-Puluhan warga masyarakat yang bermukim dipinggiran kali (sungai) Sukaregang-Ciwalen datangi kantor kecamatan Garut kota, kabupaten Garut, Jawabarat. Selasa (25/9/2018) Sore.

Kedatangan mereka (masyarakat-red) ke kantor kecamatan garut kota meminta agar pemerintah daerah betul-betul serius menangani dampak limbah kulit sukaregang yang dibuang pengusaha/industri kulit ke aliran sungai diwilayah tersebut.

Bahkan kedatangan merekapun langsung di fasilitasi Forkopim kecamatan Garut kota, Serta Dinas Lingkungan Hidup. Juga para kepala kelurahan diwilayah kerja kecamatan Garut kota untuk melakukan mediasi dengan para pengusaha kulit.

Deni Perwakilan dari Paguyuban Warga Sukaregang mengaku limbah yang mencemari sungai diwilayah Sukaregang tentunya bukan limbah yang dibuang warga Sukaregang, melainkan dari pengolahan kulit.

” Banyak faktor yang tentunya perlu dibenahi, karena mengingat sungai tersebut sudah puluhan tahun tercemari, dan baunya sangat menyengat sehingga tidak baik untuk kesehatan warga,” Ujarnya

Masyarakat bersama Musfika kecamatan Garut kota, serta dinas terkait saat melakukan rapat mengenai limbah yang mencemari sungai Sukaregang-ciwalen (foto oleh : Indra R)

Sementara, Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup, H.Guriansyah menyampaikan ada beberapa kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuan dengan sejumlah warga tersebut.

“Jadi ada kesepakatan hasil musyawarah yang baru saja dilaksanakan, diantaranya hari Minggu dan Jum’at pabrik tidak beroperasi, dan kedua akan membuat Pipanisasi dengan diawasi bersama-sama, selanjutnya dibuatkan endapan awal karena dari endapan yang menyebabkan bau menyengat yang tercium oleh warga masyarakat sekitar,” Jelasnya

Lebih jauh lagi disampaikan Guriansyah, ada kesepakatan pula yang disampaikan masyarakat terhadap para pengusaha agar tidak membuang limbah seping ke sungai.

” Dan juga bisa kordinasi agar pintu air di hulu sungai (irigasi ) selalu dipantau agar debit Air selalu lancar,” katanya.

Sementara camat Garut Kota Bambang Hafidz, mengaku akan terus mengawal apa yang menjadi komitmen agar segera terealisasi.

” Tentunya kami akan terus mengawal apa yang menjadi kesepakatan barusan,” ungkapnya.

Laporan : Indra R

Editor : Van’s

BAGIKAN