Tidak Menerima Putusan PTUN, oknum Masyarakat Ancam BPN dan Pengacara

468
Ket foto: Bupati Garut dan Anggota Komisi I DPR RI, Mayor Jendral TNI ( Purn) Supiadin A.S juga direktur RRI saat membuka acara dengan ditandai penabuhan kendang

Jurnalis : Tono Efendi

Kab.Tasikmalaya, (KF)- Ancaman oknum Masyarakat terhadap salah seorang Pengacara Tasikmalaya dan Kantor Lembaga Pemerintah bidang Pertanahan atau BPN (Badan Pertanahan Negara) Kabupaten Tasikmalaya, ternyata mengundang reaksi sejumlah elemen dan Ormas Islam.

Tersiar kabar, salah satu oknum Masyarakat warga Mangunreja Kab.Tasikmalaya yang diduga mengancam pengacara dan disebut disebut akan membakar gedung Kantor BPN Kab.Tasikmalaya.

“Kebetulan kasus tersebut ditangani oleh saya, dan terdengar kabar oknum Masyarakat tersebut akan menebas leher pengacara yang sedang melakukan upaya permohonan eksekusi putusan PTUN yang diklaim oleh oknum Masyarakat tadi bahwa objek tanah sawah di blok sareupeun Desa Mangunreja itu adalah tanah wakaf”, ungkap Pengacara H.Asep Heri Kusmayadi SH, kepada koran-fakta.com, Selasa (19/12/2017) siang di Kantor BPN Kab.Tasikmalaya Jl.Raya Singaparna Kab.Tasikmalaya.

Bahkan kabar lain menyebutkan, menurut sumber di kantor BPN, Oknum masyarakat tersebut disinyalir juga akan membakar gedung Kantor BPN Kab.Tasikmalaya yang lama di Jl.RE Martadinata.

Dan informasi yang berhasil diserap koran-fakta.com, kini kantor BPN sudah mengeluarkan surat pembatalan SHM No.242/Desa Mangunreja tertanggal 19 Desember 2017, yang menyatakan bahwa sertifikat tanah sawah blok sareupeun yang diklaim wakaf oleh oknum Masyarakat itu, dibatalkan oleh BPN atas dasar putusan PTUN dan SK Kanwil BPN Jawa Barat.

Kembali terhadap ancaman, menurut H.Asep Heri, sebetulnya ancaman tersebut ia dengar dari rekan sejawat pengacaranya DS. Ancaman ini, tentunya menurut H.Asep seolah ditujukan kepada dirinya, yang kebetulan kasus ini sedang ia tangani. “Pokoknamah disapatkeun beuheungna lamun aya pengacara nu ngaganggu eta tanah wakaf”, kata H.Asep menirukan ucapan rekan pengacara DS.

Lebih lanjut H.Asep menerangkan, ancaman itu bukan lagi main main, ini nada ancaman serius yang bisa saja terjadi kapan saja yang mengancam keselamatan nyawa saya, ungkap H.Asep yang juga Pengacara / BHF FPI (Front Pembela Islam) Tasikmalaya. Bahkan saat H.Asep melakukan klarifikasi kepada Kantor BPN Kab.Tasikmalaya, tampak beberapa anggota FPI mendampingi pengacara kondang Tasikmalaya itu.

Editor:. Jay AS

BAGIKAN