Tim Gabungan Polres Garut, BNN dan Dinkes Razia Sejumlah Apotek di Garut

102
Ket foto: Tim gabungan saat melakukan operasi sejumlah apotek di wilayah Garut.

GARUT, (KF).- Untuk mengantisipasi peredaran obat Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC), petugas gabungan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Garut, BNN dan Dinas Kesehatan juga Diskominfo kabupaten Garut merazia sejumlah apotek di pusat perkotaan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jum’at (22/9/2017) Siang.

” kita dari SKPD dan stekholder yang ada melaksanakan oprasi kegiatan tempat- tempat apotek di Garut Kota Pertama yang jadi sasaran kita lakukan pengecekan izin apotek atau izin obat tersebut, terus kita lakukan pemeriksaan terhadap obat-obatan yang dilarang atau obat yang sudah dicabut izin edarnya,” Ucap Kasat Narkoba Polres Garut Akp. Asep Sudrajat

Lanjut dikatakan obat-obatan yang akan dirazia merupakan obat yang memang dianggap membahayakan bagi pengguna,” apabila yang menggunakan tersebut tidak sesuai aturan akan berakibat bahaya,” Ujarnya

Jenis-jenis obat yang menjadi sasaran razia tersebut diantaranya, obat PCC, Rohypnol, Magadon, Destrometrofan, Tramadol dan obat-obatan yang mengandung Carisoprodol.” Obat-obatan tersebut mengandung Carisoprodol jadi akan ketergantungan pada sipenggunanya juga akan membayakan bagi orang yang menyalahgunakannya,” Ungkapnya

Terkait izin peredaran obat-obatan tersebut diakuinya memang sudah dicabut dari peredarannya, sejak tahun 2013. Bahkan polres Garut telah telah menangani lima perkara terkait Destro,” pungkasnya.

Ditempat yang sama Kepala BNN Kabupaten Garut, Anas Saepudin mengatakan razia tersebut merupakan langkah kerjasama antara BNN, Polres dan dinas kesehatan juga SKPD terkait dilingkungan pemerintah kabupaten Garut,

” hal ini merupakan upaya untuk mengantisipasi dan mencegah, jangan sampai terjadi kejadian yang sama seperti dikendari,” Pungkasnya.

Sementara itu dr Tri Cahyo petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten mengatakan, Dari hasil kegiatan operasi ini kami berhasil menyita barang bukti, obat yang sudah tidak layak pakai (kadaluarsa-red), dan memberikan surat peringatan penutupan satu apotek yang lagi melakukan perpanjangan. Dan kami akan berkordinasi dengan Satpol PP dan akan memanggil apotek, terkait untuk penutupan apotek tersebut.

“Mereka tidak bisa menunjukan surat ijin apotek, berarti kalau mereka sedang memperpanjang surat ijin, otomatis sementara harus menutup oprasional apotek tersebut, selain itu kami membagikan surat himbauan,”tegasnya. ( Dra R/ J Wan)

BAGIKAN