Tim Kampanye Buddy Asmara : Eforia Kampanye Tidak Harus Mempertontonkan Alat Peraga Kampanye dan Alat Promosi Kampanye Secara Masif.

55
Foto istimewa.

GARUT, (KF).- PADA 2019 Akan menjadi pesta rakyat terbesar di Indonesia. Banyak orang yang memilih karir untuk masuk ke dunia politik dan menjadi calon legislatif (Caleg). Demi mendapatkan kursi, para caleg ini sudah mulai melakukan strategi promosi seperti membuat spanduk dan poster. Dalam spanduk tersebut mereka mengumbar janji dan visi misi jika mereka terpilih.

Namun berbeda dengan Tim Kampanye Buddy Asmara yang akan menyuguhkan berbagai konten kampanye yang berbeda di masa kampanye pemilihan calon anggota legistatif ( Caleg ) 2019 di Kabupaten Garut. Berbagai konten kampanye ini dipastikan belum pernah ada di kampanye-kampanye caleg sebelumnya.

Ketua Tim Kampanye Buddy Asmara, Muhammad Irfan mengatakan, konten kampanye yang kreatif dan menghibur ini sekaligus bertujuan untuk mensosialisasikan pemilihan calon anggota legislatif 2019 mendatang.

“Kami berkomitmen untuk berkampanye secara sehat, aman, damai, santun, menghibur, mendidik dan kreatif. Kami juga ingin kampanye caleg kali ini juga jauh dari kesan tegang dan mencekam, ” kata Irfan, Rabu, 21 November 2018.

Lanjut Irfan, tim kampanye Buddy Asmara juga akan berkomitmen untuk menyuguhkan kampanye yang tidak merusak lingkungan.

” Salah satu langkah nyata yang kami lakukan adalah tidak memasang alat peraga kampanye di tempat terlarang. Misal, kami tidak memaku alat peraga kampanye ( APK ) di pohon, di taman kota, tempat ibadah, rumah sakit, tempat pendidikan dan bangunan pemerintah. Bahkan kami meminimalisir penggunaan banner, baligo dan spanduk. Sebelum memasang APK, kami juga akan melibatkan masyarakat setempat, tidak asal main pasang. Kami akan menempuh cara santun dimanapun tanpa terkecuali. Kami pastikan juga kampanye kami tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat, misalnya mengakibatkan jalan umum macet. Kita tidak akan melakukan konvoi kendaraan. Seluruh tim kami siap menjaga seluruh proses kampanye kali ini benar – benar bersih dan memberi contoh positif pada masyarakat,” tambahnya.

Irfan menambahkan, eforia kampanye politik bukan berarti dapat melakukan berbagai hal tanpa batasan.

” Eforia kampanye tidak harus mempertontonkan alat peraga kampanye dan alat promosi kampanye secara masif. Kami meyakini masyarakat, di Garut khususnya sudah sangat cerdas memilih calon wakilnya di parlemen. Sudah waktunya calon wakil rakyat memberikan contoh baik dan nyata pada masyarakat. Itu dimulai dari cara mereka berkampanye, ” Ujar Irfan.

Buddy Asmara sendiri adalah calon anggota legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Kabupaten Garut. Buddy sendiri berasal dari partai Golkar ber nomor urut 2. Pemilu kali ini merupakan kali ketiga Buddy menjadi calon anggota legislatif. Buddy yang lahir pada 30 mei 1952 ini juga pernah menduduki berbagai jabatan yang cukup penting, diantaranya Ketua GM kosgoro Jawa Barat, Ketua PDK Kosgoro 1957 Jawa Barat, wakil ketua partai Golkar Jawa Barat, Ketua AKSINDO JABAR dan Anggota DPR RI tahun 2004-2009 komisi X. (***)

Editor : Indra R

BAGIKAN