Uang Sewa Tenda Lapak di Pameran Tasik Creativ Dadaha Dipertanyakan ?

114
Ket Foto: Nampak foto sejumlah pedagang di Area Pameran Tasik Kreatif. (Foto oleh : Tono Efendi)

Koran-Fakta.Com, (KF). – Sejumlah pedagang yang berjualan diacara Pameran Tasik Kreatif dalam helaran Tasik October Festival (TOF) 2019 yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke 18, usai kegiatan penutupan, Selasa (15/10/2019) malam. Terlihat tampak mimik wajah dan keluh kesah dari para pedagang dan pelaku usaha. Keluhan mereka diantaranya, waktu pelaksanaan yang singkat hanya 3 hari, tempat yang jauh dari keramaian massa tidak seperti tahun lalu di sepanjang jalan Hazet, hingga keluhan sewa tenda lapak yang terbilang cukup tinggi.

Di acara yang berlangsung selama tiga hari di Lapang Dadaha Kota Tasikmalaya (13 s/d 15 Oktober 2019), panitia menerapkan sewa tenda lapak dari mulai Rp 1 juta hingga Rp. 3 juta itu, ternyata dinilai pedagang terlalu mahal, apalagi dengan tempo waktu yang terasa singkat. Kecuali stand tenda pelaku usaha UMKM dan Stand dinas dinas tidak dipungut biaya alias gratis.

Akibatnya ada sejumlah pedagang terpaksa harus menyewa satu tenda dengan cara berkongsi dengan beberapa pedagang. Upaya itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan biaya sewa tenda.

“Harusnya Pemkot meng gratiskan tenda tenda kepada pedagang kecil seperti kami, apalagi ini moment Ulang Tahun Pemkot Tasik, rasa rasanya jika di Gratiskan Pemkot tak akan rugi, itung itung hadiah dari pemerintah untuk rakyatnya, apalagi ini hajat tahunan, ” Keluh salah seorang pedagang berinisial Y saat diwawancara koran-fakta.com, Selasa (15/10/2019) sore.

Menurut pedagang kuliner ini menilai, padahal areal lapak pedagang yang ditempati merupakan areal yang tidak dipakai sebagai tempat lokasi acara maupun areal panggung utama.

“Saya sewa tenda lapak ini Rp. 1 juta dan diberikan kepada salah satu pegawai Disperindag Kota Tasikmalaya berinisial D,” imbuh pedagang tadi.

Bahkan salah satu pedagang lainnya yang menyewa tenda lapak seharga Rp.2,7 juta mengaku sepi pembeli dan mengeluhkan dengan harga sewa tenda lapaknya.

“waktunya hanya 3 hari, sementara saya sewa tenda cukup tinggi Rp. 2,7 juta. Smentara pengunjung kurang pokoknya kita merugi,” kata salah satu pedagang inisial N kepada media.

Sementara itu, salah satu warga Kota Tasikmalaya, Asep Budi Parjaman kepada wartawan mengatakan, seharusnya pihak panitia dapat mendengar aspirasi yang disampaikan para pedagang, Karena ini sudah terbukti dan berimbas pada mahalnya harga barang yang dijual di lokasi acara, sehingga berakibat pada penurunan pengunjung maupun pembeli.

“Panitia dalam hal ini Disperindag maupun EO seharusnya peka terhadap keluhan pedagang. Kalau saat pedagang curhat jangan diancam, dengan nada ditarik tenda untuk dikasih sama yang lain. Tetapi panitia harus mencari solusi terhadap persoalan tersebut,” ujar Asep yang juga aktif di Forum Pemerhati Kebijakan Publik Tasikmalaya.

Bahkan Asep menyayangkan dengan adanya pungutan uang sewa tenda lapak kepada pedagang. Padahal menurutnya untuk kegiatan pameran Tasik Cteativ pos anggarannya sudah jelas dan ada serta nilainya cukup lumayan.

“Jika ada pungutan sewa tenda, yang jadi pertanyaan sekarang adalah uang pungutan itu untuk siapa, dan aliran dana nya dikemanakan,” tanya Asep. (tono efendi)

Editor : Indra R
BAGIKAN