UNiGA Siap Untuk Menjadi Salah Satu Lembaga Pemeriksa Halal.

55
Ket foto: Saat berlangsungnya acara deklarasi program menuju halal

GARUT, (KF)- Upaya terjaminnya suatu produk yang halal yang beredar di masyarakat, Universitas Garut (Uniga) bersama Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), KADIN, PHRI, dan Pemerintah Kabupaten Garut medeklarasikan program Menuju Garut Halal. Dalam mewujudkan Garut Halal, Uniga pun tengah membentuk Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

“Dengan adanya Lembaga Pemeriksa Halal Uniga diharapkan bisa lebih memudahkan para pengusaha di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM, red) di Garut melakukan sertifikasi halal, termasuk sertifikasi halal pada produk makanan dengan efisien dan tentunya tidak usah jauh-jauh ke luar Garut, “kata Rektor Universitas Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Meng, saat ditemui wartawan usai kegiatan penandatanganan deklarasi menuju Garut halal di Gedung Pendopo Garut, Rabu (9/5/2018) siang.

Menurutnya, di Kabupaten Garut terdapat 51 ribu UMKM, 75 persen atau sekira 36 ribu usaha diantaranya merupakan produsen makanan. Sehingga jika Garut ingin menjadi kota halal, maka sebanyak 25 persen atau sekira 9 ribu UMKM yang ada harus bersertifikasi halal.

“Lembaga Pemeriksa Halal baru ada satu di Jawa Barat ini, adanya di Bandung. Kita ingin memudahkan mereka dalam memperoleh sertifikasi halal, sekaligus melakukan pembinaan kepada pengusaha dalam mewujudkan produk halal. Karena ini (sertifikasi halal, red) menjadi salah satu syarat go global, misalnya (produk, red) mau ke Malaysia, bahkan ke Korea saja harus ada sertifikasi halal,” Jelasnya.

Syakur mengatakan, Universitas Garut mengaku siap untuk menjadi salah satu LPH. Saat ini pihaknya terus melakukan konsultasi dengan MUI, Kemenag serta melakukan mobilisasi fasilitas yang dimiliki, mulai dari laboratorium, peralatan, hingga sumber daya manusia. Guna memenuhi kualifikasi untuk menjadi LPH yang terakreditasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Sementara Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut, H. Bunyamin, mengatakan, saat ini upaya sertifikasi halal di Kabupaten Garut masih kurang. Proses yang lama, jarak yang jauh hingga biaya yang cukup menguras menjadi kendala, khususnya bagi pengusaha kecil.

“Dengan adanya Lembaga Pemeriksa Halal di Uniga diharapkan bisa mewujudkan tujuan dari program Menuju Garut Halal, karena memang untuk sertifikasi halal terkadang pengusaha kecil sulit, modal hanya Rp 1 juta untuk sertifikasi halal bisa sampai 1,5 juta. Sementara pada tahun 2019 nanti seluruh produk yang ada di Indonesia harus bersertifikasi halal, baik itu produk kecil menengah atau besar,” jelasnya

Terpisah, Kasi Penyelenggara Syariah pada Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, H. Endang Sutiana, memberikan apresiasi mengenai kesediaan Uniga mendirikan LPH.

“Kita mendukung Uniga membentuk LPH, karena Uniga sudah kumplit alat, ada labnya, dan saya kira juga terdapat SDM yang mumpuni di bidangnya. Sehingga dengan adanya LPH ini bisa mempercepat, mempermudah sertifikasi halal, jadi pengusaha di Garut tidak usah ke bandung atau ke luar kota tapi bisa di Uniga,” ungkapnya.

Oleh : Indra R

Editor : Van’s

BAGIKAN