Update Hari Ini, Garut Kasus Covid-19 Menjadi 178 ODP

275
Ket photo : Ricky R. Darajat, Jubir Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut saat ditemui sejumlah awak media.

Koran-Fakta.Com (KF).- Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut merilis perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut s.d. Hari ini Selasa, 24 Maret 2020, pukul 18.00 WIB, dimana tidak ditemukan kasus Covid-19 Positif. Secara keseluruhan, jumlah kasus dugaan Covid-19 sebanyak 185 kasus, terdiri dari 7 kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan 178 ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Ricky R. Darajat, Jubir Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut, Selasa (24/03/2020), menuturkan, seperti dilaporkan sebelumnya (Senin), bahwa di RSUD dr. Slamet Garut terdapat total 9 kasus PDP, terdiri dari 3 kasus baru dan 6 kasus PDP lama. Namun demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan akhir tim medis, ternyata yang tadinya kasus baru berstatus PDP melihat hasil pemeriksaan penunjang medis secara seksama, maka yang 3 kasus PDP berubah menjadi 1 kasus PDP.

Dengan demikian, kata Ricky, dapat dipastikan kasus PDP sampai saat ini berjumlah 7 orang, terdiri dari 5 orang yang sudah dipastikan hasilnya ‘negatif’ dan sudah dipulangkan, sedangkan 2 orang masih dirawat, dimana hari Semin kemarin.masuk 1 orang dewasa (laki-laki, 57 tahun), dan hari Selasa ini (24/03/2020) masuk lagi 1 orang anak balita (laki-laki, 4 tahun).

“Pada hari ini, terdapat peningkatan penemuan jumlah kasus ODP yaitu sebanyak 72 kasus, atau secara komulatif sampai hari ini ditemukan sebanyak 178 kasus, dimana 3 ODP sudah dinyatakan selesai masa pemantauannya dan dinyatakan sehat,” ujarnya di Garut Command Center.

Kini 23 pasien masih dalam proses perawatan di rumah sakit dan puskesmas, dan 152 ODP dalam pemantauan Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

Terkait informasi adanya ibu hamil yang masuk kategori ODP pada hari Senin kemarin, Ricky membenarkan, dan sekarang sudah dan sedang mendapatkan penanganan perawatan layaknya pasien ODP lainnya.

Selain itu, mengenai adanya informasi bayi berumur 1 bulan meninggal diperjalanan saat proses rujukan, Ricky menjelaskan, bahwa informasi ini benar adanya.

“Namun perlu kami sampaikan bahwa hal tersebut tidak ada hubungannya dengan Ciovid-19, berdasarkan penjelasan tenaga medis yang memeriksa bayi tersebut, dimana bayi datang ke puskesmas dalam keadaan kondisi fisik yang menurun dengan gejala gangguan pernafasan berat. Tidak ditemukan riwayat perjalanan sebelumnya ke daerah terjangkit Covid-19 atau kontak dengan pasien diduga Covid-19,” pungkasnya.

Sumber : Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut

Editor: J Gunawan

BAGIKAN