UPT Dalam Proses Pembubaran

276

GARUT, (KF)- Terbitnya Permendagri Nomor 12 Tahun 2017, tentang pedoman pembentukan dan klasifikasi cabang dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri tersebut, untuk efektifitas perangkat kedinasan, maka UPTD, atau sekarang bernama UPT itu harus dibubarkan paling lambat September 2017. Berdasarkan hal tersebut, Pemkab Garut tengah memproses pembubaran UPT, dengan meminta penangguhan waktu, dengan alasan harus dibuatkan perangkat hukumnya berupa Peraturan Bupati.” Pembubaran itu sudah ada progres, Perbupnya sudah diproses oleh Pak Sekda. Permendagrinya ini terlambat Dulu itu kan ada Perda tentang UPT. Sehingga untuk pembubarannya harus melalui mekanisme itu,” tutur Bupati Garut, Rudy Gunawan, usai menghadiri acara samen tingkat SMP di Gedung Pendopo.

Dikatakan Rudy, sebagai pengganti UPT, akan dibentuk koordinator kecamatan. Terkait sanksi pengurangan Dana Alokaai Umum (DAU), menurutnya tidak perlu khawatir, sebab pihaknya sudah melaporkan proses pembubaran UPT ini ke Pemprov Jabar.” Kita sudah laporkan prosesnya, dan pengurangan DAU itu kecil, hanya 500 ribu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Garut, H. Mahdar Suhendar, berharap kepada Pemkab Garut, agar tidak terburu-buru membubarkan UPT, dengan memperhatikan penempatan pegawai yang jumlahnya cukup banyak.” Saya harap Pemkab Garut proforsional dalam proses pembubaran UPT ini. Lebih baik dibuatkan dulu Perdanya, untuk menempatkan para pegawai PNS yang ada di 42 kecamatan, dan para pengawas kecamatannya, mau dikemanakan mereka ini,” katanya.

Sejauh ini kata mantan Kepala Bidang Sarana dan prasarana di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut itu, belum ada langkah membuat aturan untuk menempatkan para pegawai UPT Disdik yang akan segera dibubarkan itu.” saya lihat belum ada langkah pembuatan aturannya. Jangan sampai ada masalah dikemudian hari, karena tidak ada aturan yang jelas terutama untuk penempatan para pegawai dan pengawas mau ditempatkan dimana? Pokokna mah kudu tarapti, jangan sampai ada yang merasa terdholimi,” tandasnya. (Jay).

BAGIKAN