Wabup Buka Program Evaluasi Jampersal Bagi Para Bidan.

41
Ket foto: Wakil bupati Garut saat memberikan sambutan. (Foto oleh: Beni Aditya)

Jurnalis: Beni

GARUT, (KF).- Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman buka pelaksanaan pertemuan evaluasi program Jaminan Persalinan (Jampersal) bagi para Bidan. Rabu (27/12/17)

Helmi mengatakan, acara evaluasi program jampersal ini merupakan tahapan evaluasi bagi para bidan khusunya yang ada di daerah, dalam acara ini nantinya semua bidan, baik yang di puskesmas maupun bidan desa bisa menyampaikan keluhan selama melayani masyarakat khusunya dalam pelayanan jaminan persalinan.

” Saya berikan apresiasi program evaluasi Jampersal yang dilaksanakan Dinas Kesehatan, dan saya berharap agar para bidan baik di puskesmas maupun bidan desa agar lebih sigap dan maksimal untuk melayani masyarakat terutama bagi para ibu yang akan melahirkan ” ucapnya

Helmi juga menambahkan, untuk program Jampersal nantinya masyarakat atau ibu hamil yang nantinya akan melakukan proses melahirkan tidak perlu lagi memikirkan karena semua sudah di jamin oleh program Jampersal, tetapi Pemkab melalui Dinas Kesehatan bukan hanya saja memudahkan pasien atau ibu yang melahirkan bisa dengan gratis, tapi acara ini lebih mengedepankan bagamaimana caranya terjaminya keselamatan ibu dan bayi saat proses melahirkan ” Alhamdulillah untuk tahun 2017 angka kematian pada saat proses melahirkan ada pengurangan tidak pada tahun-tahun sebelumnya jumlahnya cukup meningkat ” paparnya.

Sementara secara terpisah Rosa Rosdiani salah satu Bidan Desa Cigadog Puskesmas Cimari, Kecamatan Cikelet, menuturkan, untuk di daerah Garut Selatan terutama di Puskesmas Cimari banyak yang dikeluhkan terutama dari segi pustu yang sudah rusak dan fasilitas yang lainya. Terutama alat untuk melahirkan sarananya masih terbatas.

Lebih jauh lagi Rosa mengatakan, insfraktuktur dinilai masih kurang baik, karena jarak rumah warga ke puskesmas cukup jauh yakni 15 kilo meter sehingga akses untuk melakukan tindakan proses melayani masyarakat terutama bidan desa saat akan melayani jarak tempuhnya bisa mencapai 1,5 jam dan itu pun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

” Saya berharap pemerintah melalui Dinas Kesehatan agar bisa segera merehab pustu dan melengkapi sarana frasarana yang ada di pustu agar nantinya pasien yang melahirkan tidak usah jauh ke Puskesmas Cimari yang jarakanya lebih jauh sekitar 15 KM, dan angka kematian tidak ada dan pelayanan masyarakat bisa terlayani ” ucapnya.

Editor: Van’s/dra

BAGIKAN