Wabup: Dengan Informasi yang Tepat dan Benar Kita..

175

​KF,- Wakil Bupati Garut dr H. Helmi Budiman menyerukan berbagai elemen dan komponen masyarakat termasuk pula para pemangku kewajiban, agar bisa menginformasikan tentang HIV/AIDS dengan tepat dan benar.

Lantaran dengan menebar informasi yang tepat dan benar, kita ciptakan masyarakat Kabupaten Garut yang sehat dan kuat, imbuhnya pada puncak peringatan Hari AIDS Se Dunia Tahun 2016 di Kawasan Obyek Wisata Rancabuaya Kecamatan Caringin, Selasa (31/01-2017) lalu. 

Dikemukakan, penyelenggaraan helatan tersebut di Rancabuaya dinilainya sangat luar biasa menyusul selama ini kerap dilaksanakan di kota, sehingga diingatkan nya pula supaya tak “kebablasan” menikmati potensi obyek wisata agar tak menjadi korban terdampak jika terdapat ekses negatifnya.
“Saya mengingatkan ‘buaya’ jangan main-main di Rancabuaya, maksudnya ‘buaya darat’,” ungkap Helmi Budiman dengan nada berseloroh.  

Dikatakan, kian dahsyat atau ketatnya era persaingan global pada berbagai lini maupun sektor saat ini antara lain dikarenakan pemainnya semakin banyak, harus disikapi dengan kemampuan prima berkompetisi termasuk piawai mengemas ragam potensi yang dimiliki, termasuk potensi kelautan beserta prosfektif industri pariwisatanya.

Maka sangat diperlukan kesiapan kualitas sumber daya manusia yang memadai, juga termasuk kesiapan sumber daya manusia penduduk Kabupaten Garut yang terinsfeksi HIV/AIDS, tandas Helmi Budiman.
Sedangkan kunci mengatasi persaingan, menurut Helmi Budiman sangat perlu mengedepankan pemasaran. Dengan teknik pemasaran yang baik yang secara masif memanfaatkan media dinilai bisa paling efektif. Termasuk promosi oleh masyarakat itu sendiri.

Kembali diingatkan, potensi industri pariwisata lintasan bibir Pantai Rancabuaya sangat “luar biasa”, namun masih pula belum dikemas dengan baik.
Selama ini pun rata-rata kunjungan wisatawan di Kabupaten Garut setiap tahunnya bisa mencapai tiga juta wisatawan, bahkan wisata pantai Selatan Garut setiap musim liburan dikunjungi sedikitnya 225 ribu wisatawan.
Meski demikian pesatnya perkembangan industri pariwisata itu, dipastikan terdapat “resiko”, di antaranya resiko HIV/AIDS, namun ada obatnya kendati bersifat menekan maupun memperlambat  penularan infeksi HIV menjadi AIDS, maka diperlukan upaya preventif.

Penduduk Kabupaten Garut yang terinsfeksi jenis penyakit ini, terdapat sekitar 170 an di antaranya mereka intens berobat atau sekitar 30 persen, sehingga kita targetkan bisa mencapai seratus persen menjalani proses pengobatan.
Bahkan ditargetkan pula proses penularannya “Nol Persen” maupun tak menularkan, yang juga merupakan tanggungjawab kita bersama, meski terdapat pula yang terinsfeksi baru penyakit itu import dari luar daerah.
Maka sesuai tema yang diusung pada peringatan Hari AIDS Sedunia di Kabupaten Garut, “Dengan Informasi yang Tepat dan Benar Kita Ciptakan Masyarakat Kabupaten Garut yang Sehat dan Kuat”.
Agar informasi tersebut bisa sampai kedepan siapapun yang membutuhkannya, termasuk informasi perlunya kewaspadaan paling banyak penularannya saat ini yakni “LSL” kemudian dari suami yang sering jajan yang menular pada istri dan anak-anak, tegas Helmi Budiman.

Dalam pada itu kegiatan puncak Hari AIDS se Dunia di Kabupaten Garut, antara lain diwarnai kegiatan sosialisasi termasuk advokasi bagi berbagai kalangan masyarakat sekaligus para populasi kunci, kemudian pemeriksaan sedikitnya 20 populasi kunci di Rancabuaya dengan hasil “negatif”.

Dilanjutkan penandatanganan komitmen Hari AIDS sedunia, serta antara lain pemberian penghargaan kepada Kiki Kurnia dari Kelompok Dukungan Sebaya Garut Family Care menjadi salah satu Tim Nasional Indonesia untuk Turnamen Street Soccer Homeles World Cup 2015 di Amsterdam.
Helmi Budiman dalam rangkaian kunjungan kerjanya di kawasan Selatan Garut, sekaligus menyempatkan mengunjungi langsung beberapa wilayah dan kantor kecamatan, Puskesmas, malahan menyelenggarakan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Besar Pameungpeuk.(dra R/JG)***

BAGIKAN