Wabup Garut, Sesalkan Pembuatan Soal USBN SMP, Yang Menyudutkan Organisasi Islam.

112
Ket foto : Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman (foto istimewa)

GARUT, (KF).- Pasca adanya soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional ( USBN) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMP yang memuat soal yang dianggap merugikan Banser Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Garut disesalkan oleh berbagai kalangan.

“Saya menyesalkan adanya pembuatan soal USBN untuk SMP dengan menyudutkan nama organisasi Banser Nahdatul Ulama ( NU) di Kabupaten Garut ” kata Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman kepada wartawan di ruangan kerjanya. Kamis ( 11 April 19) Siang

Helmi juga mengatakan, kejadian hal ini sudah yang ketiga kalinya dilakukan oleh Dinas Pendidikan, dan dengan kejadian soal USBN yang selalu menyudutkan, maka harus dievaluasi tim pembuatan soalnya, karena kejadian ini bukan hanya satu kali melainkan sudah yang ketiga kalinya dengan kejadian sekarang ini.

“Bila memang ada kesengajaan dalam pembuatan soal USBN, yang membuat nama organisasi merasa tersudutkan atau membuat isu SARA, maka harus segara sanksi ” ucapnya

Helmi selain menyesalkan dengan adanya kejadian ini, maka dirinya atas nama pemerintah meminta maaf kepada organisasi islam yakni Banser, GP Ansor, serta Nahdatul Ulama ( NU), karena dengan kejadian tersebut ada yang merasa tersinggung.

“Kami nantinya akan menindaklanjuti atas kejadian ini, apakah ada kesengjaan atau memang tidak disengaja, bila memang ada kesengajaan maka kami siap untuk mengambil langkah tegas dengan meberikan sanksi ” paparnya

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dalam soal USBN Bahasa Indonesia nomor 9 halaman 3 yang disajikan pada Rabu (10/4/19) itu, berisikan kutipan soal tentang insiden pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid yang dilakukan oknum Banser ketika Hari Santri Nasional di Garut, tepatnya di BL Limbangan dinilai mendiskreditkan organisasi tersebut. (Beni)***

Editor : Yusuf Akbar

BAGIKAN