Wabup, Hadiri Silaturahmi Kerja Nasional Persatuan Griya Sehat Tradisional Indonesia 2019.

128
Ket foto : Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman. Saat mencoba terapi. ( Foto oleh : Beni )

GARUT, (KF). – PERKUMPULAN Griya Sehat Tradisional Indonesia (Pergisti) adakan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) selama dua hari, Sabtu – Minggu (26-27/1/2019) di Desa Mekarwangi Kecamatan Sukawening. Peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu mengadakan bakti sosial dengan cara pengobatan gratis kepada masyarakat dengan cara tradisional.

Ketua umum Pergisti, dr. Hindoko, mengatakan, maksud dan tujuan mengadakan Silaknas ini untuk menghimpun para praktisi di bidang kesehatan tradisional keterampilan seperti dengan cara pijat, akupunktur, ataupun dengan cara pemberian ramuan, jamu, obat-obatan herbal tradisional.

“Kita ingin mereka ini bisa dipayungi dalam sebuah organisasi dan dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal yang dimiliki bangsa indosenia karena mereka ini berasal dari berbagai daerah ada dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya ” katanya.

Selain itu Hindoko memaparkan, untuk kegiatan silaturahmi ini, semuanya berjumlah 75 orang yang ikut berpastisipasi dalam acara tersebu, tetapi untuk jumlah anggota keseluruhan mencapai 250.

“Alhamdulillah, dengan silaturahmi ini, selain mengadakan pengobatan gratis, juga disambut antusias warga dengan memberikan pengobatan secara tradisional “ujarnya.

Sementara Wakil Budiman, memberikan apresiasi terhadap kegiatan Pergisti ini. Ia menyebutkan, potensi lokal atau pengobatan tradisional ini merupakan pengobatan yang sudah dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat sejak bertahun-tahun lamanya.

“Saya kira tidak ada yang bertolak belakang dengan pengobatan medis, karena terapi ini bisa dilakukan di kaki, tangan, dan anggota badan lainnya.” kata Wabup, yang sempat pula di terapi dengan cara dipijat.

Lanjut Helmi, sebelum dilakukan terapi harus di melakukan diagnosa terlebih dulu atau dipelajari.

“Tapi saya lihat tadi juga di diagnosa dulu kan sebelum dipijat. Kami berharap, dengan pengobatan cara tradisional ini mudah mudahan tingkat kesehatan masyarakat lebih segar,lebih sehat, bugar, lebih produktif. Mengenai obat-obatan herbal di kita juga sudah banyak penelitian kesehatan. Jadi saya tegaskan lagi, pengobatan tradisional ini tidak bertolak belakang,” ujar Helmi Budiman.

Ia menuturkan, alternatif pengobatan itu banyak, selain tradisional juga teori medis. Mudah mudahan dengan ini tingkat kesehatan dan kebugaran lebih baik, lebih bugar lebih sehat dan lebih produktif. Tentang Obat obatan herbal tentu di kita juga sudah banyak penelitian.

Terpisah, ketua Pimpinan Cabang Garut, Agus Hilman mendukung penuh suksesnya Silaknas Pergisti 2019 ini, sehingga terwujudnya terafis profesional serta pelaksanaan baksos para terafis di kabupaten Garut, terutama di lingkungan Mesjid sebagai perwujudan memakmurkan mesjid.

“Kami siap mendorong para apoteker sebagai formulator dalam formula herbal bagi kesehatan masyarakat. Mengingat potensi obat herbal di Indonesia begitu besar dan belum termanfaatkan secara optimal,” ujarnya. (Beni Aditya)

Editor : Indra R

BAGIKAN