Wacana Sabtu Minggu Jadikan Libur Sekolah

208

KF, – Wacana akan diterapkan hari Sabtu, Minggu menjadi hari libur sekolah nasional untuk tingkat Sekolah Dasar(SD) dan Sekolah menengah pertama (SMP) oleh Mendikbud Muhadjir Effendy .Wacana tersebut mendapat berbagai tanggapan dari berbagai pihak.salah satunya dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, orangtua murid dan Siswa/i.
Saat ditemui akan adanya wacana Mendikbud terkait libur nasional hari Sabtu dan minggu, Kepala Dinas Pendidikan( Disdik) Mahmud mengakui, bahwa pihaknya sudah menerima informasi terkait libur kegiatan belajar mengajar (KBM) pada hari Sabtu dan Minggu. Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan terkait libur tersebut. Kalau sudah pasti, kita baru persiapan dan pengkajian dulu, sebesar apa mamfaatnya jika hari Sabtu khususnya anak-anak sekolah diliburkan
“Saya sudah mendengar wacana itu dan memang sudah santer bahwa nantinya setiap hari Sabtu dan Minggu bagi siswa SD dan SMP libur tidak boleh ada kegiatan. Tetapi saat ini pihaknya masih menunggu pengesahan dari pusat atau dari pihak Kementrian Pendidikan. Pada prinsipnya apabila sudah disahkan untuk direalisasi kan kami siap menjalankan program tersebut. Kalau itu diterapkan tentunya akan ada tahap sosialisasi dulu dan kajain dulu, Saat ini kita baru dapat informasi dan ini baru akan.,” ujarnya, Rabu (9/11/2016).
Sementara itu, sejumlah orang tua dan siswa menyambut baik rencana penetapan hari libur pada Sabtu dan Minggu dengan program cara belajar siswa aktif (CBSA) bagi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Namun, mereka berharap jam pelajaran di hari Senin sampai dengan Jumat ditambah atau dipadatkan. Misalnya yang biasa pulang pukul 13.00 tentunya menjadi pukul 15.00 sore.
“Jadi jangan sampai belajar itu terganggu. Anak saya juga masih SMP jadi jangan sampai rugi dan kurikulum pun harus tetap berlaku. Kalau masalah biaya itu relatif, karena sekolah libur pun uang jajan pasti akan terus berjalan, bahkan bisa juga lebih besar karena dia ada di rumah atau main,” kata Entis Sutisna (52) salah seorang guru SMPN Negeri di Garut.
Ihsan Maulana salah seorang murid di SMPN 2 warga asal Desa Pasawahan Kec. Tarogong Kaler, menilai dengan bertambahnya waktu libur sekolah dapat dimamfaatkan untuk belajar di rumah. Karena selama ini setiap Sabtu belajar di sekolah kurang maksimal dengan banyaknya kegiatan ekstra kulikuler. “Mudah-mudahan jadi solusi dalam perbaikan kualitas hasil dari proses belajar di sekolah,” jelasnya.(JG)***

BAGIKAN