Waduh, Angka Kemiskinan di Kecamatan Garut Kota Cukup Tinggi

48
Ket Foto: Bupati Garut membagikan sembako kepada warga di wilayah Kecamatan Garut Kota, Mei 2020 silam. (Foto : Dok. Diskominfo Garut)

Koran-Fakta.com (KF).- Camat Garut Kota, Teten Sundara, mengungkapkan, angka kemiskinan di wilayahnya mencapai angka 42 ribu Kepala Keluarga (KK) dari total keseluruhan 48 KK.

“Saya jumlah, Bapak Bupati Bapak Wakil Bupati, angka kemiskinan Kecamatan Garut Kota sangat tinggi, jumlah KK 48 ribu, tapi jumlah KK miskinnya kami tembus 42 ribu, itu juga yang terdata dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Malahan kemarin waktu saat ada bantuan UMK (Usaha Mikro Kecil), ini banyak kepala kelurahan sodaqoh kertas rim-riman membuat keterangan usaha,” ujar Teten di hadadapan Bupati dan Wakil Bupati Garut.

Saat melaporkan kondisi wilayahnya dalam kesempatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, Selasa (2/2/2021), di Aula Kecamatan Garut Kot, teten menambahkan, bahwa selain angka kemiskinan, yang menjadi salah satu permasalahan lain adalah muncul dan menjamurnya profesi badut jalan karena himpitan ekonomi.

“Bapak Bupati, Pak Wakil Bupat,i yang saya hadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan Garut Kota ini faktor yang paling berat adalah kasus anak jalanan. Sekarang banyak anak punk di stopan, keduanya badut anak-anak sekolah karena ketika saya tangani orang tuanya kembali kepada perutnya (persoalan makan) jadi kan dari masalahnya ekonomi karena Covid-19,” tuturnya.

Melansir dari Badan Pusat Statistika (BPS) Garut, angka kemiskininan Kabupaten Garut di tahun 2019 ada di angka 8,98 persen. Pemkab Garut kini berupaya menekan angka kemiskinan dikisaran 6,5% di tahun 2024. (Tim)

Editor : Indra R

BAGIKAN