Walikota Keliling Kampanyekan Bahaya Virus Corona, Berikut Komentar Warga Kota Tasikmalaya

539

Koran-Fakta.com (Kota Tasikmalaya) Antisipasi Pencegahan Penyebaran Virus Corona Covid-19, Walikota Tasikmalaya Drs.H.Budi Budiman didampingi Wakil Walikota Tasikmalaya Drs.H.Muhamad Yusuf mengelilingi Kota Tasikmalaya,  Minggu (22/3/2020) pagi tadi dengan memberikan arahan dan ajakan kepada masyarakat untuk waspada dan tidak keluar rumah jika tidak terlalu penting dan selalu menggunakan masker dalam upaya pencegahan virus corona covid-19.

Dengan mengendarai mobil pickup Dinas Perhubungan dan pengeras suara,  Walikota Budi Budiman mengelilingi jalur Balekota,  Alun alun,  Taman Kota,  Pasar Cikurubuk dan komplek olahraha Dadaha.

Mobile communication media informasi corona covid- 19 di pimpin langsung oleh Walikota Tasikmalaya. Tampak mengiringi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah, Asisten1, BPBD, Kasatpol PP dan Kadishub.

Sementara salah satu warga mengomentari,  kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya sangat mendukung,  namun harus ada kebijakan dari Pemerintah sendiri untuk bisa memperhatikan kepada masyarakat yang aktifitasnya kini merasa terganggu apalagi masyarakat butuh mata pencaharian untuk menghidupi keluarganya.

“Seharusnya dengan adanya musibah nasional ini,  Pemerintah bisa memperhatikan warganya yang ekonominya sangat terganggu dengan tidak bisa melakukan aktivitas dalam bekerja, ” ujar Hendra Rosidin (41) Warga Jl Tarumanagara kepada koran-fakta.com,  Minggu (22/3/2020) pagi tadi.

Pria yang berdagang Lengko ini mengaku prihatin jika pemerintah tidak memperhatikan ekonomi warganya yang sangat terganggu akibat kebijakan pemerintah.  Seharusnya pemerintah memperhatikan dampaknya sehingga aktifivutas berjualannya jatuh drastis.

“seandainya peraturan ini diberlakukan dengan waktu yang lama,  bagaimana nasib ekonomi keluarga,  seharusnya pemerintah memberikan konpensasi atau bantuan perharinya untuk menyambung kehidupan kami selaku warga, ” harapnya.

Bukan berarti kami tidak takut akan wabah virus corona,  namun yang paling lebih ditakutkan,  bagaimana nasib keluarga kami jika tidak makan akibat aktivitas usaha kami terganggu jika pemerintah tidak peduli dengan nasib perekonomian warga,  pungkas Hendra.  (tono efendi)

Editor: J Wan

BAGIKAN