Warga Sukaregang, Keluhkan Semburan Limbah Yang Masuk Ke Pemukiman Warga

131
Ket Foto : Saluran Pembuangan Air Limbah yang keluar dari tembok industri.

Koran-Fakta.Com (KF).- Warga Kp. Sukaregang RT 01 RW 21 Kelurahan Kota wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Mengeluhkan polusi  Air limbah industri kulit milik salah satu industri kulit diwilayah tersebut.

Pasalnya semburan air limbah yang nampak berwarna hitam yang bau busuk tersebut, keluar dari tembok benteng industri, dan menimbulkan genangan serta bau busuk dilingkungan itu.

Seperti halnya keluhan yang disampaikan, Cucu Hendar (35) salah seorang warga setempat menyebutkan. Kondisi Air limbah yang keluar dari benteng industri dan menjadikan genangan di jalan lingkungan sudah terjadi sejak kemarin.

“ Sudah dua hari kang, kondisi air limbah ini keluar dari industri kulit milik Haji Ejeb, kemarin waktu mau pulang ke rumah sama seperti sekarang, sampai-sampai kemarin saya putar arah tidak jalan ke sini,” kata ia saat ditemui koran-fakta.com. Sabtu (12 September 2020) Sore.

Lanjut disampaikan, Berkaitan dengan itu. Pihaknyapun sudah berupaya menyampaikan keluhan warga setempat ke pemeilik industri, namun sampai saat ini belum juga ada tanggapan.

“ Kita tadi juga sudah menemui pihak perusahaan nya tadi agar segera di perhatikan, tapi sampai saat ini masih tetap terjadi seperti ini,” jelas ia

Dengan kondisi demikian, tak ayal Pihaknyapun menginginkan lingkungan yang sehat dan bebas dari bau busuk air limbah yang menyengat.

“ Kita disini ingin pihak pabrik lebih memperhatikan akan kesehatan lingkungan kami, bayangkan saja kang disini banyak anak kecil, bahkan sudah banyak anak-anak yang terganggu pernafasan nya akibat dari bau limbah tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan koran-fakta.com dilapangan, bau busuk dari air limbah berwarna hitam pekat yang dialirkan langsung ke sungai, seakan menjadi pemandangan keseharian bagi warga dilingkungan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemilik perusahaan industri kulit milik Haji Ejeb tersebut. (Indra R)

Editor : Van’s

BAGIKAN