Wisatawan Lokal Lebih Royal? Masyarakat Garut Jangan Aji Mungpung

59

Wartawan : Jay AS

GARUT, (KF), – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, mengatakan dari data di beberapa provinsi tingkat belanja wisatawan yang paling tinggi berasal dari wisatawan lokal. Pemerintah daerah pun diminta untuk melupakan dulu kunjungan wisatawan mancanegara.

“Memang harus ada kajian khusus dan survei. Nanti juga bisa dibantu untuk pengadaan suvenir ke Badan Ekonomi Kreatif,” ucap Ferdiansyah usai pelatihan kepariwisataan kepada aparatur pemerintahan di Fave Hotel, Jalan Cimanuk, Senin (4/12).

Oleh karenanya,
Pemkab Garut diminta untuk fokus terhadap wisatawan lokal ketimbang wisatawan mancanegara. Wisatawan lokal dinilai lebih royal saat melakukan kunjungan.

Hingga saat ini lama tinggal wisatawan di Garut dinilai masih sangat minim. Wisatawan masih belum betah tinggal lama di Garut lebih dari dua hari.

“Kami sarankan untuk tingkatkan kunjungan wisata. Pemetaan karakter wisatawan dari tiap daerah juga harus diketahui, jadi dalam pelayanannya bisa lebih baik,” katanya.

Persoalan wisata juga harus dimulai dari warga. Jangan sampai memanfaatkan momen kunjungan wisata dengan meningkatkan harga jual ke wisatawan. Akibatnya wisatawan memiliki kenangan yang kurang baik dan kapok untuk kembali datang.

“Kenangan bagi wisatawan itu nampaknya belum disadari masyarakat Garut. Jangan aji mumpung nanti kapok. Kalau aji mumpung orang akan beralih,” katanya.

Sadar wisata pun harus dilakukan dari tingkat sekolah. Jika ada bupati atau gubernur yang tak punya kepedulian terhada wisata, budaya, dan pendidikan. Maka jangan ragu untuk tak dipilih rakyat Garut.

Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata, Ahman Sya, menuturkan Kabupaten Garut dijadikan proyek percontohan pelatihan kepariwisataan di seluruh Indonesia. Dengan adanya pelatihan ini masyarakat di Garut semakin semangat dalam membangun wisata. Apalagi pemerintah memiliki tiga fungsi regulasi.

“Masalah aturan, fasilitas, dan pendukungan materi atau non materi itu fungsi pemerintah. Hal-hal ini diharapkan muncul. Berhasil dan gagalnya tergantung dari pemerintah,” ujar Ahman.

Di tahun depan, lanjutnya, program tersebut akan digulirkan kabupaten/kota lain. Selain aparatur pemerintah kegiatan tersebut juga melibatkan TNI, Polri, dan pihak lainnya.

Dijadikannya Garut sebagai proyek percontohan, diakuinya karena banyak destinasi wisata yang beraneka ragam. Mulai dari wisata alam, budaya, dan produk-produk lain.

“Garut juga paling mudah terjangkau. Tak terlalu jauh dari Bandung dan Jakarta,” katanya.

Keluhan Pemkab Garut terkait daerah wisata yang banyak berada di lahan konservasi, menurut Ahman bisa diatasi. Kementerian Pariwisata nantinya akan menjembatani permasalahan tersebut dengan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Di Jatim sudah dilakukan. Nanti ada surat kerja samanya. Tinggal pak Kadisbudparnya berkoordinasi dengan kami,” ucapnya.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menginginkan lahan-lahan yang berada dalam wewenng BKSDA dan Perhutani bisa dipergunakan objek wisata alam, dengan sistem kerjasama. ” Kemarin kita sudah ada pembicaraan dengan Ibu Menteri LH (Lingkungan Hidup) soal kerjasama itu, ” ungkapnya.

Editor: Van’s
.

BAGIKAN