YPGC dan Rektor Universitas Galuh Menangkan Perkara di PTUN Bandung

74

KAB. CIAMIS, (KF)- Perjalanan panjang hampir 6 bulan lamanya sejak Juli 2018 hingga Desember 2018, permasalahan Gugatan Penggugat tidak diterima, akhirnya berakhir manis atas kemenangan tergugat Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis (YPGC) dan Rektor Universitas Galuh (Unigal) di Pengadilan Negeri Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung pada 18 Desember 2018 lalu.

Dalam ekspos yang disampaikan Kuasa Hukum (Lawyer) YPGC H.Asep Heri Kusmayadi SH dan Dekan Fakuktas Hukum Universitas Galuh Ciamis, H.Dudung Mulyadi SH,MH didepan Ratusan Civitas Akademika Unigal, Rabu (26/12/2018) siang, tadi di Auditorium Universitas Galuh Ciamis menjelaskan, situasi enam bulan terakhir dimana suasana Unigal yang sempat bergejolak paska gugatan tersebut, kini berkat perjuangan dukungan dan do’a seluruh Civitas Akademika dan warga Ciamis, telah berakhir dengan kemenangan tergugat YPGC dan Rektor Unigal di PTUN Bandung.

“Secara de facto dan de jure sebetulnya objek sengketa yg diajukan penggugat salah objek atau salah alamat. Jadi kita berkeyakinan atas perjuangan dan kerjasama baik dari pihak yayasan dan universitas, oleh karena itu kita bakal menang di PTUN, karena gugatannya saya rasa tidak berkualitas,” ungkap Asep Heri yang di aminni H.Dudung didepan civitas Akademi Unigal.

Menurut Asep Heri, sebagai kuasa hukum tergugat, dari mulai awal hingga akhir sampai 15 kali persidangan, dirinya bersama rekan kuasa hukum tergugat dan para penggugat telah mengikuti beberapa tahapan dipersidangan hingga putusan majelis hakim di PTUN.

“Akhirnya pihak Majelis Hakim
menolak Permohonan Penundaan SK YPGC,
Gugatan Penggugat tidak diterima dan mengabulkan Eksepsi Tergugat, karena bukan kewenangan PTUN. Apalagi YPGC bukan Pejabat Tata Usaha Negara,” ujarnya.

Masih kata Asep, Kemenangan ini harus kita syukuri namun, jika Penggugat tidak puas atas putusan PTUN, bisa ajukan upaya hukum banding atau ajukan gugatan secara perdata ke Pengadilan Negeri, imbuhnya.

Bahkan selain itu, pihaknya kini sedang menanggani kasus dugaan tindak pidana penggelapan yang kini sedang ditangani pihak Reskrim Polres Ciamis. Dua perkara pidana dugaan penggelapan tersebut, melibatkan mantan pejabat Dekan salah satu fakultas di Unigal, tambahnya.

Sementara itu Rektor Unigal Ciamis, DR.H.Yat Rospia Brata, Drs,MS.i di acara Silaturahmi dan Pengarahan serta pembinaan pejabat struktural akademik, pejabat struktural administrasi, dosen dan tenaga pendidikan Unigal, Mengaku bersyukur kepada Alloh SWT bahwasanya PTUN telah memenangkan perkara tersebut. “Kita harus meninggalkan masa lalu kita, saat ini mari kita berfikir secara realistis, kita bangun kembali Unigal ini untuk lebih maju. Kita telah menapaki dunia real, saya harap saat ini kita harus menatap 2019 ini untuk lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis (YPGC) H.Otong Husni Taufik, S.IP.M.Si menegaskan, hari ini kita akan menyatukan persepsi untuk menghindari berita Simpang siur. Beberapa karangan bunga ucapan selamat atas kemenangan YPGC di PTUN di depan kampus tentunya sangat kita apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya .

“Begitu panjang perjalanan yang kami hadapi sejak bulan Juli hingga 18 Desember 2018 ini. Dan Alhamdulillah kita menang di PTUN. Dan jika ada banding kita pun siap sampai darah titik penghabisan,” tegasnya.

Bahkan dia berharap kejadian ini bisa menjadi hikmah tersendiri. YPGC bersama Unigal Ciamis ini diharapkan bisa lebih maju lagi. Dan dirinya berkeyakinan jalinan Kerjasama yang baik harmonis antara yayasan dan rektorat memungkinkan Unigal akan semakin kuat, solid dan kokoh, pungkasnya.

Acara ini dihadiri pula oleh Badan Pengawas YPGC, Jajaran Pengurus YPGC, Rektor dan civitas akademika Unigal

Laporan : Tono Efendi

Editor. : Van’s

BAGIKAN