Baznas Garut: Membayar ZIS Agar Melalui Lembaga Resmi

89
Exif_JPEG_420

GARUT, ( KF ) – Periode bulan Januari sampai September 2017 pengumpul zakat dan infaq di Kabupaten Garut baru mencapai Rp 2,7 Milyar. Capaian ini masih jauh dari ekspektasi awal yang ditargetkan apabila melihat potensi zakat, infaq dan shodaqoh di Kabupaten Garut yang bisa mencapai Rp 30 miliar per bulan.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut, Rd. Aas Kosasih, mengungkapkan, Kabupaten Garut harus mulai membudayakan zakat sebagai suatu kebutuhan, termasuk di kalangan pemerintahan maupun masyarakat pada umumnya.

“Dalam momentum ini bersama Pemerintah Kabupaten Garut mengikrarkan kebangkitan zakat, karena kalau budaya zakat ini sudah menyeluruh maka tidak menutup kemungkinan juga bisa berimplikasi pada peningkatan indeks pembangunan ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan dan aspek lainnya,” kata Aas.

Pada momentum kebangkitan zakat ini, pihaknya mengimbau agar seluruh elemen masyarakat yang hendak membayar zakat agar melalui lembaga resmi atau tidak dikelola perorangan.

Pasalnya dengan pengelolaan zakat, infaq maupun shodaqoh melalui lembaga, menurut Aas, dalam penyalurannya bisa melihat aspek skala prioritas secara luas kemana bantuan tersebut baiknya disalurkan.

“Karena pada masa Rosulullah atau para sahabatnya, membayar zakat itu melalui lembaga,” kata Aas usai menyalurkan bantuan Baznas di Gedung Pendopo, (19/10).

Saat ini target pengumpulan zakat infaq shodaqoh skala nasional untuk daerah Provinsi Jawa Barat mencapai 1,4 Triliun berdasarkan hasil rapat koordinasi zakat nasional beberapa waktu lalu. “Garut berada di urutan ke enam Jawa Barat sebagai daerah pengumpul zakat terbaik, ya mudah-mudahan kedepan bisa lebih baik karena kita baru satu tahun berjalan kalau di daerah lain telah mencapi sepuluh tahunnan,” pungkasnya. ( J Wan )**

BAGIKAN