Anggota Komisi IV DPR RI Akan Melakukan Proses Percepatan Pembangunan Lebih Cepat Di Garut Selatan

81
Ket Foto : Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional ( PAN ). Haerudin, saat ditemui sejumlah Media di Gedung Pendopo Alun-alun kabupaten Garut. (Foto oleh: Indra R)

Koran-Fakta.com (KF).- Selain Bantuan CSR dari Charoen Pokphand Foundation Indonesia yang memberikan bantuan berupa telor dan sembako, yang ditujukan untuk korban banjir bandang diwilayah Garut Selatan.

Beberapa perusahaan lain baik itu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) akan menyalurkan bantuan CSR nya bagi warga yang terdampak akibat banjir bandang yang terjadi di wilayah Garut Selatan. Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional ( PAN ). Haerudin, saat ditemui sejumlah Media di Gedung Pendopo Alun-alun Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“ Ya tentunya selain Bantuan CSR dari Charoen Pokphand Foundation  Indonesia ini, beberapa perusahaan di pusat juga akan membantu karena mereka juga memiliki CSR yang sama,” kata Haerudin. Selasa (20 Oktober 2020) Siang

Sambung Haerudin. Beberapa perusahaan yang siap membantu guna meringankan beban para warga yang terdampak akibat banjir bandang di Garut Selatan diantaranya BULOG serta para mitra di Komisi IV.

“ Yang pasti sudah siap tentunya mitra-mitra komisi IV, serta BUMN seperti PT Kujang, PT.Pupuk, Gresik, mereka juga sama punya perhatian dan sama juga memiliki CSR yang memiliki anggaran khusus untuk hal-hal yang sipatnya seperti ini,” tuturnya

Lanjut Disampaikan. Bantuan dari perusahaan lain tentunya berbeda-beda cara untuk menyalurkan bantuannya terhadap warga yang terkena dampak banjir di wilayah Garut Selatan.

“ Mereka juga (perusahaan lain-red) mungkin saat ini sedang bergerak membantu, namun ada yang terkoordinasi seperti ini, ada juga yang tidak,” jelasnya

Lebih jauh disampaikan, sebagai Anggota DPR RI khususnya diwilayah Garut Selatan, pasca terjadinya banjir bandang yang tentunya tidak sedikit telah menyebabkan kerusakan baik bangunan, jalan dan jembatan yang rusak. Pihaknya menegaskan akan melakukan proses percepatan pembangunan.

“ Karena kita ada fungsi pengawasan, dan kitapun sudah sampaikan ke pak Bupati, kepada BPBD kalau ini sudah ditetapkan sebagai tanggap darurat, dan ditetapkan sebagai daerah bencana banjir, bencana longsor dan suratnya sudah diputuskan dan diajukan kebutuhannya berapa. Lalu kita koordinasikan lebih cepat Ke BNPB,” Pungkasnya. (Indra R)

Editor : Van’s

BAGIKAN