Apresiasi Keluhan Warga,  Lurah Cibunigeulis Tutup Penambangan Pasir Tak Berijin

343

Koran-Fakta.com (Kota Tasikmalaya)   Menindak lanjuti keluhan warga yang merasa dirugikan dengan adanya galian pasir diwilayah resapan air,  Lurah Cibunigeulis Nuryamin, S.Sos akhirnya menutup kegiatan penambangan pasir di Kp.Raja Cihideung RT. 03 RW. 07 Kelurahan Cibunigeulis Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya,  Kamis (19/3/2020) siang tadi.

Didampingi Kasie Tantrib Agoes Kuswana,  Babinsa Cibunigeulis Pelda Rudy Frestyawan, dan Ketua RW 07 Cibunigeulis Agus Zaenal Muttaqin,  Lurah Suryamin akhirnya menutup sementara penambangan pasir milik H. Atang.

“Sebelum perijinannya di tempuh bersama warga setempat yang diketahui RT dan RW,  tidak boleh ada kegiatan apapun termasuk penambangan pasir dan alat alat beko serta alat berat lainnya. Silahkan urus dulu ijin warga, selain tanda tangan harus disertai foto copy KTP warga, ” tegas Lurah Nuryamin yang mendadak melakukan Sidak ke lokasi bersama tim.

Masih kata Nuryamin,  pihak kelurahan sebetulnya tidak menghalangi para pengusaha untuk melakukan usaha diwilayahnya, namun para pengusaha pun untuk bisa menghargai serta mentaati aturan dan prosedur. Jangan kedepannya pihak kelurahan yang disalahkan jika terjadi sesuatu yang dapat merugikan masyarakat setempat.

“Apalagi sesuai data yang kami peroleh,  daerah lokasi penggalian pasir ini,  merupakan sumber mata air yang dibutuhkan warga sekitarnta, Lihat saja daerah ini banyak sekali kolam kolam yang airnya mencukupi. Mungkin saja warga ada kekhawatiran jika ada penggalian pasir akan berdampak kepada resapan air dilingkungannya, ” kata Lurah Cibunigeulis Nuryamin kepada koran-fakta.com, Kamis (19/3/2020) siang tadi dilokasi sidak.

Sementara salah satu warga Cibunigeulis mengaku sangat keberatan dengan penggalian pasir diwilayahnya, apalagi kawasan tersebut merupakan daerah resapan air.

“Yang jelas saya sampai sekarang tidak setuju ditempat itu ada galian pasir apapun alasannya,  apalagi daerah resapan air, nanti masyarakat kalau musim kemarau mau cari air kemana, sementata di Kp.Raja Cihideung kontesitas airnya bagus. Jangan sampai karena alasan keuntungan pribadi dan bisnis, mengorbankan banyak warga kedepannya, ” ujar warga kepada wartawan yang minta namanya dirahasiakan.

Dari beberapa data yang berhasil dihimpun koran-fakta.com dilapangan menyebutkan,  usaha galian pasir tersebut diduga kerjasama antara pemilik lahan dengan pengusaha galian. Dari hasil galian tersebut nantinya akan dibagi hasil (pesi) 70 % untuk pengusaha dan 30% untuk pemilik lahan.

Jika judulnya akan dibangun kolam besar atau rumah/perum, sebetulnya hanya modus belaka, yang ada usaha galian pasir tanpa mengindahkan warga yang khawatir air resapannya terganggu, tambah warga tadi.

Budi salah satu warga yang dipercaya pengelola galian menyangkal jika pekerjaan ini tidak seijin warga.

“Warga warga yang saya kunjungi sudah memberi persetujuan dengan tanda tangan walaupun tidak dilampiri foto copy KTP. Malam ini kita akan musyawarah dengan warga terkait dengan hal tersebut, ” ucap Budi.

Namun Budi mengakui, seharusnya sebelum mengerjakan galian pasir dan melakukan kegiatan seharusnya ijin warga dan Rekomendasi dari Kelurahan harus ditempuh terlebih dahulu. (Tono Efendi)

Editor: J Wan

BAGIKAN