Asep Nurjaman : Mental Pejabat Garut Perlu Direvolusi

186
Ket Foto : Ketua Umum DPP FPPG, Asep Nurjaman, S.Pd  (Nampak berbaju merah dengan mengenakan peci putih).

GARUT, (KF).- SEMANGAT Revolusi mental harus sesuai dengan jargonnya. Dalam kehidupan sehari-hari, praktek revolusi mental adalah menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat. Hal itu terlebih dahulu harus dilakukan menyeluruh di institusi Pemerintahan. Khususnya di Kabupaten Garut.

Jika ada pejabat Garut atau institusi pemerintahan di lingkungan birokrasi Garut yang bobrok mentalnya, maka semua sistemnyapun akan hancur.

“Kalau kita bicara birokrasi bobrok, jadi pribadi tersebut juga bobrok, dan masyarakatnya juga acakadut. Jadi kita harus menyadari kalau kita ingin mengubah hal itu,” ujar Ketua Umum DPP FPPG, Asep Nurjaman, S.Pd kepada koran-fakta.com Sabtu (18 Mei 2019) Siang.

Menurutnya, banyak hal yang mesti diubah, seperti etos kerja para pejabat ASN dilingkungan pemerintah kabupaten Garut sendiri.

Pihaknya mencontohkan seperti pemberian insentif kepada pejabat di birokrat Garut. Karena, para pejabat pemerintahan di Kabupaten Garut, meski tidak hadir tetap mendapatkan gaji, dan insentif sehingga membuat mereka malas masuk kerja.

“Itu harus diubah, dan berbanding lurus dengan keadaan dan fakta sebenarnya. Insya Allah kalau di sisi birokrasi itu ada perbaikan, tentunya hal itu juga bisa mengubah masyarakat,” katanya

Bukan hanya institusi pemerintah di lingkungan Pemkab Garut, pihaknya juga menyinggung soal revolusi mental yang ada di tubuh DPRD Kabupaten Garut. Para legislator DPRD Garut, kerap bergerak dan berbicara serta tidak takut kepada Rakyat Garut.

Namun, para anggota DPRD, hanya takut kepada pimpinan fraksi dan pemimpin partai, karena merekalah yang memiliki kewenangan untuk bertindak kepada anggota DPRD tersebut.

“Kalau DPRD itu takutnya hanya sama pimpinan partai atau Fraksi. Maka otomatis mentalnya bobrok. Seharusnya DPRD tunduk kepada masyarakat garut sebagai amanat konstitusi,” Tegas ia dengan nada lantang. (Indra Ramdani)

Editor : Van’s

BAGIKAN