Atlet dan Pelatih Taekwondo Kota Tasikmalaya Yang Dibully Pengcab Akhirnya Angkat Bicara

281

Koran-Fakta.com, (KF). – Alvin Dwi Krisnandi (22) pelatih Taekwondo asal Kota Tasikmalaya yang sama sama ikut dibully bersama ketiga anak asuhnya Raisya Azahra, Alifia, Fauzan, kini hanya bisa meratapi nasibnya. Maksud ingin membela dan mengangkat prestasi di tanah kelahirannya harus terjegal bahkan dibully oleh pengurus Pengcab Taekwondo Kota Tasikmalaya. Bahkan keberadaan KONI Kota Tasikmalaya yang seharusnya menjadi penengah dalam permasalahan tersebut nyaris tak berkutik alias mandul. Padahal pembullyan dan penjegalan terhadap pelatih dan ketiga atlet Taekwondo berprestasi ini telah berjalan sejak 2017 lalu.

“Sudah hampir 2 tahun ini kami diperlakukan tidak adil, dijegal bahkan dibully oleh Pengcab, padahal ketiga anak asuh kami aseli putra daerah Kota Tasikmalaya dan bersekolah disini. Padahal ketiga anak asuh kami ini rata rata berprestasi, setiap kejuaran selalu meraih medali emas, baik dikejuaran tingkat regional, Nasional bahkan dikejuaraan Internasional sempat meraih perunggu, ” jelas Alvin, Pelatih Taekwondo putra daerah Kota Tasikmalaya tepatnya dikawasan Citapen, Empangsari Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya.

Saat ditemui koran-fakta.com ditempat latihannya di kawasan Lewosari Bantar, Bungursari Kota Tasikmalaya, Sabtu (31/8/2019) sore tadi, Perjaka Lulusan Sarjana Pendidikan Tahun 2019 Universitas Siliwangi itu, adalah Atlet Nasional jebolan Pelatnas Ragunan yang telah mengukir prestasi di kejuaran dunia seperti, Australia, Korea, Mesir, Thailand dan Malaysia.

Nama Alvin sebagai atlet juga pelatih muda ini, namanya kian bersinar. Bahkan beberapa tawaran dari sejumlah daerah di Indonesia dengan nilai kontrak cukup menggiurkan untuk membela daerah lain, ternyata ditolak mentah mentah. Kepada Wartawan Alvin mengakui, yang dicari dalam hidup ini bukan untuk kesenangan pribadi tetapi untuk mencari kenyamanan dan ingin mewujudkan cita citanya mengangkat prestasi olahraga Taekwondo serta mengharumkan daerah kelahirannya Kota Tasikmalaya.

“Belum lama ini saya ditawari oleh salah satu daerah Kabupaten di Jawa Barat, yang ingin mengontrak saya Rp. 50 juta. Dan saya tolak, dengan alasan saya ingin tetap melatih di Kota Tasik, bagaimana mungkin saya harus tega meninggalkan anak anak asuh saya yang kini sedang dibully, “ucapnya dengan nada serius.

Kegelisahan dan kesedihan juga dirasakan pula oleh masing masing orang tua ketiga atlet yang dibully.
Agus Sujana Orang tua Fauzan, Betty Budiarti ibu dari Alifia dan H.Yadin orang tua dari Raisya Azahra kepada wartawan mengaku mereka sedih selama dua tahun ini anak anaknya merasa di asingkan oleh Pengcab Taekwondo Kota Tasikmalaya. Padahal anak anak ini berprestasi dan ingin kembali membela tanah kelahirannya Kota Tasikmalaya.

Bahkan ketiga orang tua atlet Taekwondo ini sangat percaya jika dilatih oleh Alvin, Alasannya Program pelatihan yang diajarkannya sesuai dengan teori dan praktek yang diajarkan pelatih pelatnas jebolan ragunan pada umumnya.

“Menurut saya kang Alvin pelatih yang profesional dengan track record serta prestasinya bagus sudah melanglangbuana. Jadi rasa rasanya sudah tidak diragukan keilmuawan Taekwondonya, buktinya selama dua tahun di latih, anak anak dapat mengukir prestasi dengan meraih beberapa medali emas disetiap kejuaraan, ” ujar Bety Budiarti yang diamini orang tua atlet lainnya. (tono efendi)

Editor : J Wan

BAGIKAN