Bantuan Buku SD Belum Tersalurkan, Bukti Lalainya Disdik dan ULP. ?

91

Koran-Fakta.com (Kota Tasikmalaya).- Bantuan Buku Tulis dan Ballpoint yang diperuntukan siswa siswi SD Kurang Mampu se-Kota Tasikmalaya dinilai “Molor”, padahal proyek pengadaan senilai Rp.630.966.000 yang bersumber dari dana APBD Kota Tasikmalaya tahun 2021 itu, sangat diharapkan oleh para siswa siswi SD kurang mampu, seharusnya bantuan buku tulis dan ballpoint tersebut harus sudah disalurkan sejak Oktober lalu.

Dari pantauan koran-fakta.com dilapangan menyebutkan, selama proses perjalanan lelang pengadaan itu, ternyata mengalami hambatan saat proses lelang. Dua kali Gagal lelang yang sangat memakan waktu, hingga kurang ketegasan dari pihak Dinas Pendidikan dan kinerja Pokja ULP yang dinilai tak becus dalam proses lelang, ditenggarai sebagai salah satu penyebab bantuan buku tulis dan ballpoint hingga saat ini belum tersalurkan ke setiap SD.

Kasie Dikdas Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H.Rachmat saat dikonfirmasi koran-fakta.com, Jumat (24/12/2021) pagi tadi, membenarkan bantuan buku tulis dan ballpoint yang diperuntukan bagi siswa siswi SD yang tersebar di 7 kecamatan se Kota Tasikmalaya itu belum didistribusikan ke sekolah.

“Barang barangnya saja baru datang dari Jakarta, dan keterlambatan ini bukan kesalahan dinas melainkan pihak perusahaan pemenang lelang dari CV Mentari Bunga Leisa yang baru menyanggupi pada Kamis kemarin, padahal sejak diumumkan lelang pada Senin Minggu lalu, pihak perusahaan terlihat masih ragu mengerjakan terutama dalam merk Buku Tulis yang dianggap mahal”, jelas Kasie Rachmat.

Dan Kasie Rachmat pun membenarkan jika proses pengadaan lelang ini mengalami hambatan, dua kali Gagal lelang, sehingga pada lelang ke tiga pun mengalami gangguan kembali pada sistem di ULP Kota Tasik, sehingga pihak ULP menyerahkan proses lelang yang ketiga diserahkan melalui LKPP.

“Saat pengumuman lelang ketiga hasil LKPP, pemenang lelangnya adalah SENTRA SOLUSINDO, namun perusahaan tersebut mengundurkan diri sehingga CV. Mentari Bunga Lesai yang berada diposisi Pemenang kedua yang akhirnya maju,” tambah Rachmat.

Saat ditanya kembali, dimana pihak perusahaan pemenang lelang apakah memiliki gudang sendiri di Tasikmalaya untuk menampung buku buku tulis dan ballpoint sesuai aturan peserta lelang diwajibkan memiliki gudang penampungan buku, H Rachmat berkilah jika buku buku ditampung disalah satu ruangan dinas pendidikan kota l.

“Untuk lelang ketiga ini, dalam persyaratannya, pihak perusahaan tidak harus memiliki gudang penampungan. Dan sementara ditampung di dinas pendidikan kota Tasik,” terang Rachmat.

Namun saat didesak wartawan, mengapa aturan peserta lelang yang ketiga ini tidak diwajibkan memiliki gedung penampungan apakah ada juklak dan juknis nya, Rachmat enggan berkomentar banyak. “Jika lelang cepat yang diadakan baru baru ini hanya 3 item saja yang harus dimiliki,” ucapnya enteng.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Ely Sumarni saat dimintai tanggapannya oleh koran-fakta.com melalui What’s App pribadinya, Jumat pagi tadi tidak bisa ditemui wartawan. “Hapuntena Abdi Aya agenda sareng para Kepala Sekolah,” katanya.

Namun saat beberapa waktu lalu, Kadisdik yang baru dilantik Walikota Tasikmalaya hasil open biding itu sempat berujar jika dua kali Gagal lelang akan dilakukan Juksung (Penunjukan Langsung). Namun harus ada surat dari Bagian Barang dan Jasa yang ditujukan kepada Disdik, karena kita dari Dinas ingin mengetahui aturan yang dipakai jika pekerjaan ini di lakukan Juksung, ucap Kadisdik yang juga PPK dalam kegiatan proyek tersebut. (Tono Efendi)

Editor : Indra R

BAGIKAN