Baznas: Alhamdullillah Dibulan ini, Ada kenaikan Dari  Rp. 350 Juta menjadi Rp. 700 Juta

214

Koran-Fakta.com, (KF). – Untuk meningkatkan pencapain pendapatan Zakat, Infak, Shodaqoh (ZIS) di berbagai sektor baik pemerintah maupun swasta, Baznas Garut tak henti hentinya menggelorakan penyetoran ZIS di Baznas. Salah satunya terhadap Aparat Sipil Negara (ASN) dan pengusaha pengusaha proyek dari SKPD tentang Payroll System, sesuai dengan adanya surat edaran dari pak Bupati Garut, tentang adanya surat kesanggupan untuk pemotongan secara langsung, hal tersebut dikatakan Ketua Baznas Kabupaten Garut Rd.H Aas Kosasih kepada Wartawan saat ditemui diruang Kerjanya, Senin (9/9/2019)

Lanjutnya, untuk technisnya tetap diatur oleh Unit Pengelola Zakat (UPZ) Kabupaten, Sementara untuk sosialisasi kami sudah dilaksanakan terus menerus. Ketika asosiasi membutuhkan bantuan untuk ber Zakat, kami siap untuk datang jemput bola

“mudah mudahan di Tahun 2019 ini ada yang memulai berzakat pada Kami (Baznas). Karena kebaikan kalau tidak dimulai sekarang kapan lagi,” ungkapnya

Dan itulah zakat dari rekanan mudah mudahan, kesanggupan sudah ada. Ketika proyeknya sudah ada yang keluar maka zakatnya akan membayar ke Baznas melalui UPZ syariah.

Lebih jauh Aas mengakui, perihal dalam rangka pengumpulan. Saya juga sudah melangkah ke rumah sakit dan kordinasi, Alhamdulillah payroll system sudah masuk di rumah sakit dan mudah – mudahan ibu hj Een sebagai Plt direktur RSUD dr. Slamet bisa mendorong payroll system pengumpulan zakat dari ASN nya dan kepada rekanan pengusaha yang tengah ada pekerjaan proyek di Rumah Sakit untuk membayar zakat kepada Baznas.

“dengan mulainya pelaksanaan payroll system. Alhamdullillah ada kenaikan 100 persen dari Rp. 350 Juta menjadi Rp. 700 Juta lebih,” ungkapnya

Ia pun mengakui pihaknya sudah berkordinasi dengan pak Bupati dan pak Wakil. Mudah-mudahan ada Satuan Kridit Poin (SKP), Apabila pejabat yang tidak berzakat kepada Baznas yang sesuai dengan peraturan undang-undang, sesuai dengan intruksi Presiden mohon untuk ditangguhkan tentang kenaikan pangkatnya. Ucapanya, Lanjut Aas Karena bagaimanapun juga di Zakat ini ada 2 dimensi pertama kesadaran beragama Islam bagi ASN,selaku muslimnya, kedua kesadaran untuk pegawai.

“Kalau pak Bupati selaku pembina kepegawaian yang sudah mengintruksikan, seharusnya mereka ikut tanpa alasan. Oleh karena itu 2 dimensi ini, mudah mudahan dengan kesadaran selaku muslimnya dan juga kesadaran atasnama ASN ini kedepannya ada penigkatan-peningkatan baik, peningkatan secara payroll system. Karena dari potensi yang besar ini, kita ini baru masuk kira-kira 20 persen,”pungkasnya. (J Gunawan)

Editor : Indra R

BAGIKAN