Baznas dan Pemkab, Jemput 18 Warga Garut Pasca Kerusuhan Wamena

58

Koran-Fakta.com, (KF).- Pasca kerusuhan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, membuat beberapa warga Jawa Barat di sana memutuskan untuk pulang ketanah kelahirannya

Berdasarkan data yang dihimpun Tim Dinas Sosial Provinsi Jabar di Papua per 8 Oktober 2019, menyebutkan, 71 orang warga Jawa Barat memilih pulang Kampung. Dari 68 orang Warga Jawa Barat tersebut diantaranya sebanyak 18 orang adalah warga Kabupaten Garut.

Diprakarsai Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Garut dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut langsung bertindak cepat dengan melakukan upaya penjemputan pengungsi Wamena Papua yang sudah berada di Rumah Dinas (Rumdin) Gubernur Jawa Barat Pakuan Bandung, Rabu (09/10/2019) malam.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjamu mereka makan malam di rumah dinasnya, dan dalam kesempatan tersebut dilaksanakan penyerahan secara simbolik warga Garut korban kerusuhan Wamena dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut.

Dalam sambutannya, Ridwan memahami kondisi psikologis warga yang menyaksikan langsung rentetan insiden di Wamena.

Karena itu, pemulangan yang difasilitasi Pemprov Jabar diharapkan bisa memberi ketenangan batin warga.
“Tugas pemimpin itu mengurus warganya. Waktu saya dengar ada kejadian di sana hati saya dag dig dug karena saya dekat dengan Wamena. Saya membayangkan di pengungsian riweuh meninggalkan harta benda,” ujar Emil

Emil mengatakan, data para warga akan diserahkan kepada Dinas Sosial pemerintah daerah masing-masing.

Ia pun berharap warga bisa istirahat lebih dulu dan berkomunikasi dengan pihak keluarga sebelum memutuskan untuk tinggal di kampung halaman atau kembali ke Wamena

Sementara ditempat penjemputan, Ketua Baznas Garut, Rd H Aas Kosasih mengatakan, setelah mendapatkan adanya warga Garut yang berada di wilayah konflik Papua terutama Wamena, tentang hal hal yang penyangkut kemanusiaan barang tentu Baznas akan selalu hadir. Kami (Baznas) langsung bertindak cepat dengan berkoordinasi dan konsultasi dengan Pemkab Garut untuk melakukan upaya penjemputan,

” Alhamdulillah hari ini kami bisa datang ke lokasi penjemputan (rumdin pakuan-red),” ucapnya

lanjut dikatakan Aas, insya Allah ketika sampai di setda Kabupaten Garut kami juga akan memberikan bantuan uang kadeudeuh sebesar Rp. 1 juta rupiah per orang. ” Mudah mudahan pemberian tersebut sebagai obat daripada warga Garut yang terkena trauma kerusuhan Wamena ini, bisa sedikit terobati,” ujarnya

Lebih jauh Aas menyampaikan, apabila warga Garut dari Wamena ini jika ingin tinggal kembali di Garut dan berkeinginan untuk berusaha, ” maka kami akan memberikan bantuan dalam bentuk program Garut Makmur, ” ungkapnya

Ditempat yang sama, Asisten Daerah(Asda) 1 yang juga Plt Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut Drs. H. Nurdin Yana mengatakan, pertama memang titik pemberangkatan kita sudah bekerja sama dengan baik.
” alhamdulillah Baznas ini banyak memberikan supporting kepada kita, jadi kita sama sama menggunakan 2 armda kendaraan Dinas Sosial, dan 2 mobil dinas pribadi,” ujarnya

Lebih jauh mengatakan, insya allah setelah dari sini kita akan masuk ke setda diterima oleh pak Sekda dan Wakil Bupati Garut dan Forkopimda. Setelah sampai di Garut akan dilakukan pengecekan pada kesehatan, dan kita sudah siapkan tim medis, kemudian kita juga ada jamuan kecil. Mereka pun akan didata, meskipun ada ke khawatiran bahwa mereka sudah berpindah keluarga dalam arti pindah ke wamena, tapi alhamdulillah setelah mereka semua dicroscek dalam posisi yang tetep masih warga Garut.

” kita juga sangat terbantu dengan adanya Baznas seperti yang telah disampaikannya bahwa, ketua baznas akan memberikan bantuan kepada mereka sebagai bentuk keprihatinan kepada warga kita yang kemarin mendapatkan,maaf, psikologisnya lah terganggu dengan kerusuhan kemarin,” paparnya (J Gunawan)

BAGIKAN