Bupati Garut : Industri Kulit Yang Tak Miliki IPAL Bisa Masuk Proses Pidana

99
Ket Foto : Salah satu IPAL yang dibangun oleh pemerintah Provinsi di wilayah industri Sukaregang. (Foto oleh : Indra R)

Koran-Fakta.com (KF).- Industri kulit sukaregang yang tak memiliki Izin Pengelolaan Air Limbah terancam di tutup. Hal itu disampaikan Bupati Garut H.Rudy Gunawan, saat ditemui koran-fakta.com di sela-sela kegiatan sidak masker di wilayah jln. Ahmad Yani, Kecamatan Garut kota kabupaten Garut Jawabarat. Selasa (15 September 2020) Pagi

“ IPAL ini wajib. Jadi hati-hati yah bagi perusahaan kulit di Sukaregang yang belum memiliki Ipal bisa masuk pada proses pidana, termasuk di tutup,” ujarnya

Lanjut disampaikan, Izin Penanggulangan Air Limbah yang dibuat oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat yang saat ini kondisinya tidak berfungsi rencananya akan direvitalisasi.

“ Itu akan direvitalisasi, bahkan dulu pernah ditinjau oleh pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” kata ia.

Sementara, Ketua Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) Garut Saat ditemui pada Senin (14 September 2020) Kemarin menyebutkan tidak berfungsinya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dibuat oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat. Diduga karena tidak ada anggaran operasional yang dikeluarkan.

“Ipal yang satu sudah direvitalisasi akan tetapi belum jalan, Siapa yang mau menjalankan? DLH tidak ada kewenangan, pengusaha tidak ada HGP (Hak Guna Pakai), ada tiga Ipal, dua Ipal belum jalan, kalau misalnya yang satu Ipal jalan juga tidak ngaruh,” tuturnya (Indra R)

Editor : Akbar

BAGIKAN