Bupati Garut, Terima Kunjungan Kerja Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian RI

70
Ket Foto : Foto bersama usai melakukan kunjungan.

Koran-Fakta.com (KF).- Bupati Garut, H.Rudy Gunawan menerima langsung Kunjungan Kerja dari Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian RI dan Penerimaan Rombongan Closed Loop KADIN. Selasa (14 Juli 2020) Siang.

Rombongan yang langsung di ketuai Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian RI, Mega serta didampingi Ketua Komtap KADIN Bidang Hortikultura, Karen Tambayong, secara langsung diterima Bupati Garut di Gedung Pamengkang Alun-alun kabupaten Garut.

Bupati Garut, saat ditemui menyampaikan, kedatangan Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian RI, Komtap KADIN Bidang Hortikultura, ke kabupaten Garut ini dalam rangka koordinasi mengenai perkembangan bidang pertanian khususnya di bidang Holtikultura.

Disampaikannya, pemkab Garut sudah melakukan percobaan cara bercocok tanam yang baik. Dan menanyakan cara-cara bercocok tanam serta budidaya.

“ kita sudah mencoba bertanya cara bercocok tanam, ternak ikan, ternak lele dan lainnya, bahkan kitapun menanyakan pakan untuk ikan lele yang terbilang harganaya mahal,” katanya

Pihaknya berharap, dan mendorong Ketua Komtap KADIN Bidang Hortikultura, juga kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam kunjungan kerja tersebut untuk bekerjasama dengan pemerintahan Kabupaten Garut, tidak hanya dalam hal di bidang pertanian saja tetapi meliputi bidang yang lainnya juga.

Ditempat yang sama, Ketua Komtap KADIN Bidang Hortikultura menyampaikan kunjungan kerjanya ke kabupaten Garut dengan membawa beberapa pimpinan perusahaan kepada bapak bupati Kabupaten Garut, karena Kabupaten Garut sangat bagus dan masih banyak lahan-lahan diantaranya pertanian khusus untuk holtikultura dan bidang yang lainnya juga, yang sangat presentatif untuk dilakukan usaha atau bisnis kedepannya maka sebagai awal silaturahmi kami kepada bapak Bupati Garut dan untuk kedepannya kita akan lebih serius kembali menata hubungan kerja sama ini.

“ Bisnis hortikultura, baik sayuran, buah, tanaman hias atau obat menjanjikan nilai ekonomi yang tinggi. Tidak jarang petani sudah berupaya memperbaiki sistem produksi komoditasnya, namun pada saat panen, karena bersamaan dengan petani lain maka harga jual jatuh, jauh dari harga pokok produksinya. Upaya optimalisasi baik manajemen produksi dan pemasaran hasil akan lebih mudah bila petani memperoleh contoh nyata yang dapat ditiru dari petani lain. Model closed-cloop ke depan diharapkan dapat menjadi success story yang dapat menjadi salah referensi dalam pengembangan bisnis hortikultura di Indonesia,” tuturnya

Salah satu lokasi potensial untuk membangun business case yang dapat menjadi teladan bagi para petani adalah Kabupten Garut.

“ Daerah ini adalah salah satu sentra produksi hortikultura terbesar di Indonesia, khususnya komoditas sayuran seperti cabe, tomat, kentang jeruk, alpukat. Sehingga Pemerintah Garut sendiri mempunyai program pembangunan pertanian yang diarahkan untuk pengembangan kewirausahaan terutama bagi generasi muda,” jelasnya

Dengan dukungan secara serius dari Pemerintah Daerah, seharusnya bisnis pertanian dapat berkembang dengan sangat baik di Kabupaten Garut. Sebagai model bisnis awal untuk closed-loop, komoditas cabe dapat dipilih karena masih besarnya tantangan peningkatan produktivitas dan fluktuasi harga yang terjadi baik di pasar maupun di tingkat petani.

“Potensi berbagai pihak untuk bekerjasama dalam mengoptimalkan potensi sumberdaya dalam memecahkan berbagai tantangan di sektor pertanian terbuka lebar.” paparnya. (Indra R)

Editor : Van’s

BAGIKAN