Daerah Padat Terkonfirmasi, Gugus Tugas Garut Bakal Lakukan Empat Langkah Penanganan

93

GARUT (KF).- Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Garut, melakukan rapat terbatas. Terkait jumlah lonjakan terkonfirmasi Covid-19 di kabupaten Garut. Sabtu (19 September 2020).

Bupati Garut Rudy Gunawan, selaku Ketua Tim Gugus Tugas saat ditemui sejumlah media usai menggelar rapat tersebut menyampaikan, bahwa hasil rapat sudah memutuskan 4 hal sebagai langkah konkrit penanganan.

“Kami melihat, dari Senin lalu ada peningkatan yang sangat signifikan diatas yang kita prediksi. Kemarin kita 16, sebelumnya 5, 14 dan sekarang ini ada 21,” ujarnya

Dijelaskan Rudy, yang jumlah 21 pasien positif terbaru ini berdasarkan hasil surveilans. Virusnya bukan impor, tetapi terinfeksi di dalam Kabupaten Garut, karena saat pasien ditanya pernah kemana, mereka mengaku tidak pernah kemana-mana, hanya di kampungnya saja, tetapi dia positif Corona. Artinya, dia tidak memiliki riwayat perjalanan diwilayah zona hitam.

“Ini bahaya, karena menurut tim survilans, bahwa sudah terjadi terkonfirmasi ada virus di dalam wilayah kita,” kata ia

Lanjut dismapaikan Rudy, pihaknya bersama Forkopimda sudah memutuskan 4 hal, pertama, Gugus Tugas tetap melakukan penegakan, pendisiplinan protokol kesehatan dengan meningkatkan intensitas razia. Polisi, TNI dan Satpol PP. Lanjut Rudy, akan langsung sampai ke wilayah-wilayah jalan gang, bukan saja dijalan raya. Sekarang sudah diputuskan sampai ketingkat kelurahan-kelurahan.

Lebih jauh disampaikan Rudy, Yang kedua, begitu ada yang terkonfirmasi positif, akan dilakukan Pembatasan Sosial Skala Mikro (PSBM). Pemkab tidak mau ambil resiko, setiap yang positif akan diisolasi di rumah sakit, tidak boleh ada isolasi mandiri di rumah. Tempat tinggalnya akan diisolasi dan dilakukan penyemprotan oleh tim medis minimal 8 hari.

“Sekarang ini, ada yang klaster satu daerah padat sampai 15 orang. Ini klaster RT di kecamatan Sukawening, satu desa, satu RW, satu RT. Untuk sebagian lagi terbagi, ada klaster keluarga yang kemarin terkontak aktif. Ini darurat, kami sudah menyatakan karena ini infeksinya bukan import, ini dari dalam. Ada enam wilayah yang direkomendasikan dan disetujui oleh tim Gugus Tugas, untuk dilakukan isolasi mandiri secara Mikro. Yang positifnya di rumah sakit, dan yang diwilayah dianggap kalau dulu itu Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sampai dengan hari ini ada 192 terkonfirmasi positif dan untuk isolasi ini minimal 10 hari,” tuturnya

Rudy menjelaskan, wilayah yang akan dilakukan PSBM tersebut adalah,Yang 6 Kecamatan Sukawening, Karangpawitan, Bayongbong, Cikajang, Wanaraja dan Garut Kota. Tetapi karena Mikro, imbuh Rudy, ini hanya daerah klaster yang ditetapkan saja, tidak seluruh wilayah Kecamatan. Cuma, kecamatan itu oleh kita dinyatakan zona merah. Dalam Pelaksanaan PSBM, Pemkab menyiapkan kurang lebih untuk 1.400 keluarga Jaminan Hidup (Jadup) seharga Rp700 ribu rupiah untuk 10 hari per satu keluarga dalam bentuk bahan makanan.

“Misalkan di Sukawening ada 400 keluarga, ini diberikan Jadup seharga Rp700 ribu rupiah untuk 10 hari per satu keluarga dalam bentuk bahan makanan,” pungkasnya. (**)

Editor : Indra R

BAGIKAN