Dandim 0611/Garut : Kompetensi Tentang Kebencanaan Harus Disiagakan

105
Ket Foto : Dandim 0611/Garut saat ditemui sejumlah media, usai melaksanakan upacara. (Foto istimewa : MC Kodim/0611 Garut)

Koran-Fakta.com (KF).- Bertempat di Lapang Alun alun Otto Iskandar Dinata, Jalan Ahmad Yani, Kec.Garut Kota, Kab.Garut, Jawa Barat dilaksanakan Apel Siaga Penanggulangan Bencana Tingkat Kabupaten tahun 2020 dipimpin oleh Bupati Garut H. Rudy Gunawan, Kapolres Garut AKBP Dede Yudy Ferdiansah dan Dandim 0611/Garut Letkol Inf Erwin Agung TWA., S.T., M.Tr.(HAN).

Hadir Danrem 062/Tn (Kolonel Inf Parwito) diwakili Pasi Ops Rem 062/Tn Mayor Inf Ahun, Dandenpom III/2 Garut (Letkol Cpm Yulius Amra),Kasi Ren 062/TN. (Letkol Caj Sutarmin), Wadan Dan Yon 303/SM Kostrad. (Mayor Inf L. H Siahaan), Sekda Kab. Garut. (Ir Deni Suherlan, M. Si), Kakesbangpol Kab. Garut (Drs. wahyu Wijaya, M. Si), Ka Satpol PP Kab Garut (Drs H. Hendra S Gumilang, M.M), Ketua DPRD Kab. Garut.(Dra. Hj . Euis Ida Wartiah M. Si),Kepala Basarnas Jabar (Bpk Deden Ridwansyah S. Sos), Para pejabat utama TNI/Polres Garut, Danyon KBN Kab. Garut (H. Sopian).

Apel siaga Penanggulangan Bencana Alam Di Wilayah Kabupaten Garut Tahun 2020 antara lain TNI, POLRI, Satpol PP Kab.Garut, Polhut kab. Garut, Basarnas Kab. Garut, Damkar Kab. Garut, BPBD Kab. Garut, Dishub Kab. Garut, PMI Kab. Garut, Tagana Kab. Garut, Pramuka, Ormas PP Kab. Garut.

Usai pelaksanaan apel Dandim 0611/Garut Letkol Inf Erwin Agung TWA., S.T., M.Tr.(HAN), yang dimintai konfirmasinya oleh awak media menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana mengingat wilayah kabupaten Garut mempunyai 13 titik potensi rawan bencana alam diantaranya banjir dan tanah longsor.

“Jadi semuanya kita terapkan sistem early warning, kita harus serius, perlu dilaporkan apabila terjadi sedikit saja gejala alam, harus saling komunikasi, maka dari itu harus dibentuk tim pendeteksi mulai dari awal,” terang Letkol inf Erwin.

Dandim juga mengingatkan agar kompetensi tentang kebencanaan harus disiagakan, jangan sampai terlambat apabila ditemukan gejala alam yang tidak wajar.

“Setiap kekurangan baik berupa alat atau pun SDM harus segera dikoordinasikan dan disiapkan apalagi di saat-saat sekarang ini sudah terjadi banyak longsor, sampai dengan Desember kemarin tidak terjadi kebakaran hutan, tapi longsor ada tiga titik yaitu Cisompet, kemudian Banjarwangi juga Pakenjeng, jadi alat-alat berat kita fokuskan di situ”, tegas Dandim.

Pada intinya Dandim juga mengatakan kalau bencana alam adalah hal yang tidak dapat di cegah, tetapi yang lebih penting bagaimana upaya untuk meminimalisir dampak yang kemungkinan terjadi akibat bencana. (***)

Editor : Indra R

BAGIKAN