Disparbud Gagap Menjawab Tuntuntutan GmnI dan Aliansi Gerakan Revolusi Garut Selatan

174
Ket Foto : GmnI dan Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Revolusi Garut Selatan saat Melakukan Audensi Dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Garut.

GARUT, (KF).- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Kabupaten Garut dan Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Revolusi Garut Selatan menggerudug kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Garut, Jumat (19/07/19) Siang.

Di ruang audiensi Ketua aliansi Gerakan Revolusi Garut Selatan Raden Irfan NP sempat menanyakan Beberapa persoalan yang menjadi tuntutan terkait kejelasan manajemen informasi publik yang dirasa tidak di dijalankan dengan baik sesuai dengan undang-undang Keterbukaan Informasi Publik. Berikut tentang strategi pengelolaan kepariwisataan yang tidak menjadi poros pendongkrak persoalan kesenjangan sosial.

Namun mengenai tuntutan tersebut
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Budi Gan-gan Gumilar hanya menyampaikan permohonan maaf dan akan memperbaiki keadaan agar kedepan dapat lebih baik.

“Tentunya kami menyadari masih banyak kekurangan yang dilakukan pada penataan wisata diwilayah pantai, namun kamipun akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penataan dan meningkatkan pelayanan”, ujarnya

Menanggapi soal itu, Raden menilai bahwa kepala Dinas gagap menjawab tuntutan sederhana yang disampaikan.

“Bukan persoalan minta maaf atau akan melakukan perbaikan, itu sudah kewajiban dan keharusan akan tetapi kita bertanya kok kenapa transfaransi informasi terkait tata kelola kepariwisataan dari segi sirkulasi retribusi karcis, jumlah pengunjung pengalokasian dana terutama di kantor-kantor UPT, selama ini itu tidak ada dan tentunya itu harus di pertanggung jawabkan secara hukum dan aturan.”Katanya

Lanjut disampaikan, Audensi ini baru langkah awal dan belum selesai bahkan pihaknya mengaku akan mengevaluasi kembali.

“Audiensi ini baru langkah awal, belum selesai dan nanti kita akan evaluasi kemabali.” Pungkasnya (*)

Editor : Indra Ramdani

BAGIKAN