Garut Berduka, KH. Uloh Abdulloh Ulama NU Tutup Usia

212
Foto istimewa Almarhum.

Koran-Fakta.com (KF).- Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Garut kembali berduka atas wafatnya Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Singajaya Ajengan Uloh Abdulloh, beliau meninggal dunia di kediamannya Kampung Nangkaleah Desa Cigintung, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, pada hari Jumat malam Sabtu tanggal 14 Agustus 2020, pukul 19:40 WIB.

Almarhum dikebumikan di Kampung halamannya Nangkaleah, sekitar pukul 23:35 WIB, dengan diiringi sanak saudara, para santri, muhibbin, para guru dan jajaran pengurus Banser Kecamatan Singajaya.

Sekilas jejak perjalanan belian semasa hidupnya, khusus di kalangan NU, almarhum dikenal sebagai ajengan pembelajar ulet. Masa menuntut ilmunya dimulai sejak kecil, yaitu berguru kepada ayahandanya di Tegalkondang. Kemudian menuntut ilmu di Sarongge (keduanya di Kecamatan Singajaya). Kemudian melanjutkan berguru di Pondok Pesantren Fauzan, Sukaresmi, dan Pondok Pesantren Galumpit, Garut Kota.

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Garut KH Rd. Amin Muhyidin mengatakan, atas nama seluruh warga NU Garut mengungkapkan duka sedalam-dalamnya atas wafatnya Ajengan Uloh Abdulloh.

Pengasuh Pondok Pesantren As-Sa’adah Limbangan ini mengajak Nahdliyin untuk menyampaikan penghormatan terakhir dengan mendoakannya.

Menurut ajengan yang akrab disapa Rd. Amin ini, Ajengan Uloh adalah sosok yang istiqamah dalam menjaga dan mengamalkan ajaran islam Ahlusunnah wal Jama’ah sampai akhir hayatnya.

“Almarhum, ajengan NU anu istiqomah nyepeng pageuh kaaswajaan dugi ka pupusna. Urang sadayana janten saksi (almarhum adalah ajengan NU yang istiqamah memegang teguh Islam Aswaja sampai meninggal. Kita semua menjadi saksi),” tegasnya. “Mugia Almarhum husnul khatimah kenging rohmat kalih maghfiroh Alloh SWT (semoga almarhum husnul khatimah serta mendapat maghfirah Allah SWT),” tutupnya. Muhibbin. (*)

Editor : Indra R

BAGIKAN