Garut Satu Murka, Pejabat Disdik Tolak Payrol System

199
Ket Foto : Bupati Garut H.Rudy Gunawan saat di temui sejumlah Media. (Foto Istimewa).

Koran-Fakta.com (KF).- Setelah usai Apel Hari Kesadaran Nasional dilapangan Setda Kabupaten Garut, Jum’at (17 Januari 2020). Bupati Garut H. Rudy Gunawan di buru sejumlah awak media. Suasana wawancaranyapun sambil berjalan menuju Kantor dinas Bupati.

Bupati Garut H. Rudy Gunawan geram mendengar informasi terkait insiden memalukan yang dilakukan oleh salah seorang Kasi sarana prasarana di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, yang serta merta di depan Kadis, Ketua MUI, dia langsung mengembalikan lagi dan menolak tidak ingin mengikuti payrol sistem di Baznas Garut, kemarin. Pada Kamis (16 Januari 2020).

Bupatipun Geram, Siapa itu ? tanya Rudy, kita akan evaluasi jabatan dia, tidak boleh begitu kalau dia tidak mau membayar zakat silakan tapi tidak boleh seperti itu, ketus Rudy.

Selain Kasi Sarana ada empat Kecamatan yang terprovokasi melakukan hal yang sama, Sehingga membuat Garut 1 murka.

“Nanti akan saya panggil, kalau dia tidak mau tidak usah begitu, dia kan pejabat jadi kalau dia tidak mau tidak begitulah, harus bijak apalagi dia sebagai guru, sebagai pendidik tidak boleh begitu kalau dia tidak setuju terhadap pembayaran zakat melalui payrol, kita evaluasi tentang kepribadiannya yang bersangkutan itu kan tidak boleh dia mengembalikan begitu dia juga leadership,” tandasnya.

Sambungnya Rudy Berikan contoh, ini juga bagus dilakukan dengan manajemen itu ada perpres nanti. Nah itu ada perpres yang menyerukan zakat melalui itu, nanti ada perpresnya kalau dia tidak mau ya pensiun saja jadi PNS. jelas Rudy

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Totong, S.Pd mengklarifikasi, bahwa insiden kemarin itu atas nama PGRI bukan atas nama Disdik.

“tapi kami pun tetap berjalan justru dengan adanya zakat profesi itu banyak manfaat, maslahat kita banyak terbantu khususnya warga pendidikan, anak-anak sekolah, termasuk juga guru guru,” terangnya.

Lanjutnya, Kemarin itu baru berjalan kepala sekolah dan perjalanan itu baru berjalan kepala sekolah dan pengawas. Alhamdulillah potensinya cukup baik, sekarang kita kembangkan ke guru yang sembilan ribu enam ratus. Potensinya 1,2 miliyar, nah kami meminta ini untuk didiskusikan karena jumlahnya besar mengurangi dampak dampak yang ditimbulkan dari payrol system, terutama yang intinya disdik kabupaten garut mendukung penuh payrol system.

“Tindakannya itu kapasitas dari PGRI, punya aturan tersendiri, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sendiri, independen begitu. Tapi sebaiknya juga beliau itu Kasi seharusnya dijaga karena menggambarkan bahwa di dalamnya beliau juga sebagai struktural di kami, kita harus menjaga itu ketika cara berbicara harus menolak dengan bahasa yang santun, elegan dengan sopan seperti itu paling tidak kontrol”, pungkasnya. (***)

Editor : Indra R

BAGIKAN