Ketua KNPI Garut: Refleksi Pemuda Atas Lahirnya Pancasila

273

Koran-Fakta.com, (KF).- Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni, dimata organisasi Pemuda, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut

Tepat 75 Tahun lalu istilah Pancasila tersebut pertama kali dicetuskan oleh Soekarno atau Bung Karno dalam pidatonya di hadapan Sidang Dokuritsu Junbii Chōsakai atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan Sidang Badan Penyidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada 1 Juni 1945 silam

Pancasila atau yang semulanya dinamai “Panduan Sila Yang Lima” merupakan sebuah gagasan bernegara yang disampaikan oleh Bung Karno di rangkaian terakhir pada sidang resmi BPUPKI yang pada saat itu dilaksankan di gedung “Chuo Sangi In” yang sekarang ini lebih dikenal dengan Gedung Pancasila di Pejambon Jakarta.

Sejak saat itu, Pancasila menjadi pedoman berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Salah satu tokoh pemuda Kabupaten Garut yang juga merupakan Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut Okke M Hadist menyampaikan Pengamalan Pancasila dahulu dan kini telah mengalami pergeseran nilai jika kita lihat dari sikap pengamalan millenials Indonesia dulu dan kini. Sebagai kaum millenials, kita perlu mengambil salah satu contoh dari perilaku dua tokoh negara yaitu pada kisah Prawoto Mangkusasmito (Tokoh Partai Masyumi dan Muhamadiyah) yang pernah menjadi Wakil Perdana Menteri (2 April 1952 – 31 Juli 1953).

Hidup Prawoto yang sederhana membuat dirinya belum memiliki rumah hingga akhir dekade tahun 1950-an. Oleh karena itu, Kasimo (Ketua Partai Katolik) berinisiatif untuk membantu membeli rumah yang sudah enam tahun disewa oleh Prawoto.

Walaupun berbeda pandangan politik yang tajam menyangkut Dasar Negara di Konstituante dan juga perbedaan agama, hal tersebut tidak melunturkan niat Kasimo untuk saling membantu. Hal ini menunjukan pengamalan nilai – nilai yang terkandung dalam pancasila.

Dikatakan Okke, Begitu juga dalam memaknai Hari lahirnya Pancasila yang ke 75 bagi kaum muda khususnya, saya kira tidak cukup jika hanya menegaskan diri berideologi pancasila dengan cara menebar berbagai informasi lewat bermacam – macam media, karena Pancasila seyogyanya tidak butuh pengakuan dan penegasan.

” Kekuatan Pancasila juga terpancar tidak dari banyaknya akun media sosial yang mengupload gambar hari lahir pancasila, atau dari kalimat pada status media sosial terkait pancasila, tetapi dari sikap dan perilaku setiap warga negaranya,” Ucapnya

Artinya, lanjut Okke, sejauh mana setiap warga negara telah mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari, serta bagaimana Pancasila di gunakan sebagai dasar dari penyelenggaraan negara oleh para pejabat di negara ini.

” Pancasila, harus diamalkan bukan hanya sebagai panduan moral individu namun yang lebih utama dari pada itu ialah sebagai dasar negara. Artinya, selain sebagai “guide” bagi rakyat untuk hidup sebagai sebuah bangsa, Pancasila juga harus terpancar dari sikap – sikap para pejabat dalam bernegara, ” Ungkap Okke.

Dua hal itulah yang seharusnya menjadi aspek penilaian pengamalan Pancasila. Sebagai dasar negara, Pancasila harus menjadi sinar terang bagi “budi pekertinya bangsa dan negara” yang terefleksikan dalam penyelenggaraan kekuasaan negara dan prilaku masyarakat di dalamnya, Selamat Hari Lahir Pancasila! (**)

Editor: J Gunawan

BAGIKAN