Legislator PDI Perjuangan Berharap, Pemkab Garut Berkomitmen Terhadap Social Safety Net

364
Ket Foto : Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Garut Yudha Puja Turnawan, saat ditemui sejumlah media di ruang rapat kantor DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Garut. (Foto oleh : Indra R)

Koran-Fakta.Com, (KF). – Masih dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) , Jajaran DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Garut sambangi Kantor DPP Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) untuk berbagi dengan para pahlawan pendidikan, Ahad (03/05/2020).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut Yudha Puja Turnawan mengatakan kita ingin menunjukkan empatilah kepada profesi yang terdampak oleh covid-19 salah satunya Guru Honorer.

“ Memang hari ini kami PDI Perjuangan silaturahmi ke sekretariat Fagar sebagai wadah Asosiasi profesi guru honorer di Kabupaten Garut. kami memberikan bingkisan tersebut untuk kepengurusan Kecamatan dan Kabupaten,” Ucap sang Legislator PDI-Perjuangan Kabupaten Garut pada sejumlah awak media

Akan tetapi yang paling utama tentunya sebenarnya bukan itu. Dikatakan Yudha tujuan saya selaku DPC PDI Perjuangan pertama seperti kegiatan kegiatan sebelumnya saya ingin Pemda ini berkomitmen terhadap Social Safety Net. Kepada Penjaga Sekolah, Guru Honorer adalah salah satu yang paling terdampak adanya Covid -19.

“ hari ini data BTT setelah rapat dengan BPKAD Kabupaten Garut sudah Rp. 253 Milliar, sehingga saya menginginkan Pemkab Garut dalam hal ini Pa Bupati dalam penjaringan sosial atau Sosial Safety Net ini juga harus menjangkau Guru Honorer yang jumlahnya 7000 orang, karena seperti kita ketahui honornya mereka itu dari APBD cuma dapat Rp. 200 ribu, dan dari biaya operasional sekolah (Bos) maksimal Rp. 300 ribu ini jauh di bawah UMR, jauh di bawah standar upah yang layak,” Ungkapnya

Sambung Yuda, mereka itu (guru-red) garda terdepan dalam pejuang pendidikan, kebetulan sebelumnya juga tanggal 02 Mei kemarin Hari Pendidikan Nasional dan lusa tanggal  06 Mei juga kita akan diterapkan PSBB (pembatasan Sosial Berskala Besar) tentu akan makin terdampak mereka  tidak bisa profesi selain mengajar.

“tadi kita hanya ala kadarnya menunjukkan empati tali kasih kitalah, mengkeut kadeudeuh mati ka asih kita ke profesi guru honorer, ” Ujarnya

Lanjutnya, jaring pengaman sosial bisa diberikan dalam bentuk sembako maupun bantuan tunai, terutama mereka yang tidak mendapat bantuan dalam program PKH.

Menurutnya, Bupati Garut bisa mengeluarkan kebijakan untuk memperhatikan honorer. Yudha menegaskan, masih sangat memungkinkan bantuan tersebut diberikan kepada warga yang tengah mengalami kesulitan ekonomi, termasuk untuk para pegawai honorer, pungkasnya.

Sementara Ketua Fagar Cecep Kurniadi mengungkapkan apresiasi atas bantuan yang diberikan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut di momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) untuk para guru Honorer.

“ Kami sangat mengapresiasi apa yang telah diberikan DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Garut yang disampaikan langsung oleh Ketua yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Garut. Honorer tengah kebingungan terutama dalam hal kesejahteraan. Berbagai kebijakan penanganan Covid19 sangat terasa dampaknya sangat jelas, termasuk di daerah. Saat ini, tidak sedikit pun kebijakan pemerintah pusat maupun daerah menyentuh honorer,” katanya

Masih kata Cecep, harapan kami walaupun hanya honorer tetep kami pun mengharapkan penjelasan atau penjabaran dari Undang undang Pasal 2 ayat 2 bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan kesejahteraan yang layak artinya itu pun harus terealisasi terutama di kalangan honorer. tuturnya (J.Gunawan )

Editor : Indra R

BAGIKAN